Ratusan Surat Tanah Tol Palindra Masih Tumpang Tindih

INDERALAYA – Ganti rugi jalan tol Inderalaya menuju Palembang, saat ini masih terkendala. Setidaknya, dari 22 km panjang jalan, masih 15 km yang belum terdata dan diganti rugi.

Hal ini diungkapkan langsung Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Ogan Ilir, Jakun Edi menurutnya, baru 7 km yang selesai. “Tujuh Km ini tinggal sedikit lagi, tinggal finishing dan ganti rugi saja,” ujarnya,kemarin.

Ia menambahkan, sekitar 15 km panjang jalan yang surat tanahnya masih tumpang tindih ada sebanyak 347 persil atau bidang tanah.

“Macam-macam, tumpang tindihnya ada yang gambar sementara (GS red), SPH Camat dan sertifikat. Khusus untuk sertifikat hanya ada satu persil saja. Sisanya, rata-rata GS dan SPH,” paparnya.

Menurutnya, angka ‘kejahatan’ tumpang tindih surat tanah di Kabupaten Ogan Ilir, termasuk tinggi.

“Saya keliling di Sumatera Selatan, yang paling tinggi angka tumpang tindih lahan tanah yah di Ogan Ilir inilah,” bebernya.

Meski demikian, pihaknya akan tetap melaksanakan tugas dan fungsi mereka. Namun untuk urusan pembebasan lahan dan terkait dengan surat menyurat tanah kecuali sertifikat merupakan tugas dan tanggung jawab Pemerintah Ogan Ilir.

“Itu tanggung jawab camat, kepala desa dan pemerintah. Tetapi untuk sertifikat karena sudah melalui Badan Pertanahan Nasional, merupakan tugas dan tanggung jawab BPN dalam penyelesaiannya,” tuturnya.

Untuk diketahui, katanya, total jumlah bidang tanah yang harus dibebaskan sebanyak seluruh 614 bidang. Dengan rincian lebar lahan 80 meter dengan panjang 22 km.

Khusus untuk melaksnaakan tugas dan fungsinya di lapangan, nantinya tim penilai tanah yang independen ini memiliki hak dan tanggung jawab. Di mana dengan diberlakukannya, UU No.2 tahun 2012 yang lalu.

“Semestinya undang-undang ini sendiri baru efektive, 1 Januari 2015 yang akan datang. Tetapi khusus untuk Sumatera Selatan, sudah bias digunakan dalam penyelesaikan lahan ganti rugi untuk Tol Palembang-Inderalaya, Ogan Ilir,” tukasnya.

 

Teks : Junaedi Abdillah

EDITOR: SARONO P SASMITO




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *