Kini 92 Koperasi di Lubuk Linggau Mati Suri

LUBUKLINGGAU – Sedikitnya 92 koperasi dari 199 Unit Koperasi di Wilayah Kota Lubuklinggau diduga hanya tinggal papanamanya saja, tanpa adanya kegiatan dan usaha menghasilkan produk tertentu bahkan 27 koperasi tidak pernah mengikuti rapat tahunan. Demikian kata Sutrino Amin Ketua Dewan Koperasi Daerah (Dokopinda) Kota Lubuklinggau, Rabu (1/10). Menurutnya, saat ini ada 92 dua koperasi yang hanya meninggalkan papan nama dan tidak lagi melakukan aktifitas seperti pengusaha koperasi lainnya.

“Ada 92 menurut data kami, baik itu Koperasi Simpan Pinjam maupun Koperasi serba usaha yang katakannya tidak lagi aktif alias hanya meninggalkan papan nama,”jelasnya.

Banyaknya koperasi yang mati suri ini membuat dirinya sedikit menyesalkan karena diera ekonomi saat ini peran koperasi sangatlah membantu masyarakat baik kecil, menengah maupun tinggi.

“Entah apakah kami dan pemerintah yang gagal dalam melakukan pembeninaan serta pengawasan atau mereka sendiri yang tidak bisa memanfaatkan peluang tata cara berkoperasi dengan baik dan benar,” katanya.

Lebih jauh disebutkannya dari 92 koperasi yang hanya meninggalkan papa nama ini yang paling dominan tutup yakni koperasi simpan pinjam produktif.

Guna mengatisipasi agar tidak terjadinya penambahan koperasi yang hanya meninggalkan papa namanya pihaknya kedepan akan memberikan pelatihan dan pengawasan lebih ketat bahkan akan menambah modal yang dimiliki pengusaha itu sendiri.

“Dekopinda sudah membentuk lembaga pendidikan untuk meningkatkan kuaslitas sumber daya manusia, baik pengurus maupun anggota dan kami juga sudah menyiapkan sejumlah uang untuk bantuan modal,” bebernya.

Selain memberikan pengawasan dan modal terhadap koperasi yang masih berdiri saat ini, pihaknya juga memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang koperasi agar masyarakat yang dulunya tidak bisa mengelola koperasi kini harus bisa.

“Kami akan libatkan pemerintah langsung untuk menyiapakan fasilitas dan memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang bagaimana cara mengelola koperasi yang baik dan benar,” ungkapnya.

 

TEKS   : T MASRI

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL

 

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *