Disperindagkop berencana Patenkan Songket Palembang

Ilustrasi Salah Satu Pengrajin Songket | Foto : Dok KS

Ilustrasi Salah Satu Pengrajin Songket | Foto : Dok KS

PALEMBANG – Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Palembang berencana akan mematenkan songket Palembang. Kabid Industri, Disperindagkop Palembang, Hafizal mengatakan, saat ini memang belum diusulkan untuk mematenkan motif songket Palembang.

Namun, jika perkembangannya cukup baik dan mampu memikat pasar secara nasional dan mancanegara pihaknya segera mematenkannya. “Yang paling dikenal motif songket Palembang, ada tenun songket dan jumputan. Itu sudah diusulkan untuk dipatenkan, kita akan patenkan juga motif batik Palembang,” kata Hafizal yang dibincangi, Rabu (1/10).

Menurutnya, Disperindagkop akan memfasilitasi jika ada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang bisa menciptakan motif batik Palembang dan dapat segera di daftarkan produknya.

Sementara untuk songket jelasnya, sudah ada 71 motif yang di daftarkan untuk dipatenkan namun sayangnya ditolak. “Kami sudah datangi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), disana mereka menjelaskan bahwa songket sudah dijadikan budaya dan tidak tahu siapa awal yang membuatnya. Sehingga belum bisa dipatenkan,” akunya.

Walaupun demikian kata Hafizal, Disperindagkop telah membuat buku terkait seluruh motif songket Palembang, mulai dari motif tenun, jumputan maupun batik Palembang termasuk juga makanan khas palembang. “Nah buku itu sudah di daftarkan hak ciptanya. Jadi bukan motif songketnya,” jelasnya.

Hafizal mennambahkan, dengan adanya buku itu apabila ada pihak lain yang mencoba meniru motif songket Palembang sudah di pastikan tidak bisa. Karena sudah ada hak cipta buku, terkait budaya Palembang tersebut. “Buku itu sama saja mematenkan batik maupun yang lainnya,” ulasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Palembang, Yanurpan menagku, keragaman budaya Palembang mulai dari pakaian adat, seperti songket atau batik Palembang hingga kuliner menjadi daya tarik wisatawan ke Palembang.

“Kami juga sudah lakukan kerjasama dengan pihak swasta seperti tour dan travel untuk mengemas paket wisata Palembang dengan keragaman budayanya. Jadi apabila pihak Disperindagkop ingin membuat hak paten itu kami sangat setuju,” tukasnya.

 

TEKS          : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR       : DICKY WAHYUDI

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *