Benarkah, Sisa Dana Askes Dewan Dialihkan ?

Ilustrasi | Ist

Ilustrasi | Ist

KAYUAGUNG – Menindaklanjuti pemberitaan di Kabar Sumatera sebelumnya tentang dugaan dana asuransi kesehatan (Askes) yang diperuntukkan bagi 45 anggota dewan priode 2009-2014 lalu. Di mana dana tersebut dianggarkan dari APBD OKI tahun 2014 sebesar Rp940 juta untuk satu tahun, namun kenyataannya asuransi tersebut bukan untuk 1 tahun melainkan hanya enam bulan terhitung pada 1 Juli 2014 hingga 31 Desember 2014.

Ternyata  informasi yang didapat pemenang tender pengadaan asuransi kesehatan (askes) tersebut dimenangkan oleh Bosoa Asuransi yang beralamat di Palembang dengan plafon terendah Adapun besaran dana kontrak untuk selama 6 bulan sebesar Rp 389,5 juta. Di mana  dalam hal ini diduga Sekretariat DPRD OKI memar-up dana askes tersebut sebesar  Rp 550,5 juta.

Sekwan DPRD OKI saat dikonfirmasi kembali, mengatakan, memang dana tersebut ada kelebihan. Namun kelebihan tersebut digunakan untuk anggaran lainnya yang memang katanya tidak dianggarkan.

“Ya, dana lebihnya kita gunakan untuk anggaran lain, jadi tidak lagi dikembalikan. Dan itu kemungkinan bisa dilakukan karena tidak menyalahi aturan, ” kata Sekwan.

Sementara dari pemberitaan sebelumnya, Sekwan mengatakan, pada saat pengadaan kerjasama hanya ada satu pihak asuransi saja yang menawarkan diri yaitu Bosoa Asuransi dengan flapon terendah dan akhirnya pihaknya sepakat untuk bekerjasama untuk selama 6 bulan saja tehitung 1 juli 2014 hingga 31Desember 2014.

“Maka  dari dana yang telah kita anggarkan hanya terpakai sebesar Rp. 389,5 juta  dan sisanya kita kembalikan kepada kas derah (Kasda) yaitu Bank Sumsel Babel serta secara administrasi diketahui oleh Dinas Pendapatan Pengelolaan dan Aset Daerah (DPPKAD),” terangnya.

Kepala Dinas Pendapatan pengelolaan dan Aset Daerah (DPPKAD) Daud S.IP, MM melalui Kepala Seksi (Kasi) Akuntansi dan Pelaporan Eka Hamami menjelaskan sejauh ini pihaknya belum mengetahui secara pasti jika Sekretariat DPRD OKI telah mengembalikan dana sisa anggaran untuk askes tersebut kepada kas daerah (Kasda) Bank Sumsel Babel baik secara fisik maupun administrasi. Kata dia untuk diketahui secara administrasi dan apabila memang ada ketika mereka ditanya seharusnya mereka dapat menunjukkan fotocopy arsip pengembalian anggaran sebagai bukti pengembalian kepada kas daerah yaitu Bank Sumsel Babel maupun pihak DPPKA sebagai diketahui.

Sementara itu Pemimpin Cabang Bank Sumsel Babel Kayuagung Syahrul Yahya mengatakan jika memang pihak sekretariat DPRD mengembalikan kepada kas daerah maka dari Bank Sumsel Babel belum menerima apa yang telah disampaikan oleh Sekretariat DPRD OKI tersebut, namun jika memang harus meminta data pasti, pihaknya tidak bisa memberikan informasi mengenai berapa anggarannya secara detail kepada publik karena harus ada rekomendasi dari Bupati OKI atau pun dari DPPKAD.

Tegasnya, ia belum menerima baik secara laporan administrasi maupun bentuk fisik (uang cash) pengembalian dana anggaran askes tersebut.

 

TEKS     : DONI AFRIANSYAH

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *