Masih Ditemukan Hewan Kurban Sakit, Masyarakat Dihimbau Lebih Teliti

Ilustrasi Hewan Qurban | Foto : Bagus Kurniawan

Ilustrasi Hewan Qurban | Foto : Bagus Kurniawan

PALEMBANG – Untuk memastikan hewan kurban dalam keadaan sehat dan layak potong, Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (DP2K) Palembang kerjasama dengan Dinas Perternakan (Disnak) Sumsel melakukan pantauan kesehatan hewan kurban.

Dokter hewan, dari Dinas Peternakan Sumsel, I Wayan Telabah mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap hewan kurban yang dilakukan di dua titik berbeda, memang masih ditemukan hewan kurban yang sakit. Namun, secara keseluruhan sudah baik.

“Hari ini kami lakukan pemeriksaan di kawasan Jalan Demang Lebar Daun, tepatnya di Perusahaan Dagang (PD) Ladas, disana ada sekitar 200 ekor sapi termasuk juga sapi limosin atau sapi super besar dengan berat hingga 500 kilogram (kg) yang kami periksa, disana ada dua sapi yang harus disuntik paksin, karena menderita sakit kulit. Jadi harus disembuhkan,” katanya, usai meninjau lokasi penjualan hewan kurban, Senin (30/9).

Wayan mengatakan, sapi yang di jual di metropolis, kebanyakan didatangkan dari Lampung, dan sudah seharusnya diperiksa. Sebab, berkemungkinan ada hewan ternak yang stres karena perjalanan cukup jauh. “Namun, sapi-sapi yang kami periksa kondisinya cukup baik,” jelasnya

Wayan menyebut, penjual hewan kurban pada umumnya sudah mengerti dalam merawat hewan. Tapi, untuk mengingatkan dan kuatir akan kesehatan hewan kurban, pihaknya lakukan pemeriksaan. “Yah harus dipantau terus. Jangan sampai sapi itu sakit,” ulasnya.

Sementara itu, Kepala DP2K Palembang, Harrey Hadi mengatakan, masyarakat yang akan berkurban, baik sapi maupun kambing juga harus mengerti keadaan hewan kurban yang dibeli.

“Hasil pemeriksaan kami beberapa pekan terakhir, kondisinya cukup baik, tapi pembeli juga harus teliti dalam membeli, jangan sampai salah pilih. Kepada pedagang kami harap, dapat memerhatikan kesehatan hewan kurbannya,” imbuhnya.

Sambung Harrey, untuk memastikan kesehatan hewan kurban tidak bermasalah, pihaknya juga menyertakan dokter hewan untuk memeriksa hewan kurban yang dijual di pinggir jalan. Sehingga, jika ditemukan hewan kurban yang sakit dan tengah dalam pengobatan tidak diperbolehkan dijual. “Hewan kurban yang baru disuntik untuk pengobatan tidak boleh dijual. Harus benar-benar sembuh, baru bisa dijual,” tegasnya.

Harrey menambahkan, hewan kurban yang dijual harus memenuhi dua syarat, yakni syarat umur dan syarat kesehatan. Misalnya sapi, minimal berumur dua tahun dan kambing minimal berumur satu tahun. Jika hal itu terpenuhi, maka hewan tersebut diperbolehkan untuk dijual.

 

TEKS        : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR       : DICKY WAHYUDI

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *