Kepsek Malas Masuk Kerja, Disdik Janji Turunkan Tim

Ilustrasi PNS | Dok KS

Ilustrasi | Dok KS

KAYUAGUNG – Sepertinya memang sudah jadi “penyakit” baik kepala sekolah ataupun guru yang ditempatkan di wilayah pelosok untuk bermalas-malasan masuk kerja. Bila sebelumnya seorang guru bernama Bariya yang mengajar di SDN  2 Sukaraja, Kecamatan Pedamaran, adalagi Farida guru SD di Teloko Kayuagung, bahkan kali ini giliran Khana, seorang Kepala SDN 1 Sukapulih, Kecamatan Pedamaran yang enggan masuk kerja. Parahnya lagi berbasarkan informasi yang diterima sejumlah sumber, kepala sekolah bersangkutan dalam sebulan hanya masuk dua kali saja. Tanpa ada alas an yang pasti.

Akibat ulah kepsek yang tidak memberikan teladan yang baik terhadap bawahannya, tak sedikit guru di sekolah itu yang mengeluhkan prilaku Khana.

“Ya memang benar beliau jarang masuk, kalaupun masuk palingan jam 11, tidak tepat waktu, beliau tidak pernah menunjukkan teladan yang baik kepada bawahannya kalau selalu seperti itu,” ujar salah seorang guru di sekolah tersebut yang namanya minta tidak disebutkan.

Menurut sumber ini, akibat jarang masuknya kepala sekolah, sejumlah tugas dilimpahkan kepada guru di sekolah itu. Terkadang guru juga mengalami kesulitan bila ada hal-hal yang sifatnya mendesak.

“Seperti minta tanda tangan beliau, kalau dia tidak masuk jadi terpaksa menunggu dia masuk kerja,” ungkapnya.

Kata dia, para guru di sekolah itu sangat mengharapkan adanya sosok kepala sekolah yang mampu memberikan teladan yang baik, bukan sebaliknya.

“Kita ini sebagai bawahan ingin memiliki pimpinan yang bias mengayomi,” ujarnya.

Mengenai tentang jarang aktifnya, Khana masuk kerja, tidak disangkal Kepala UPTD Kecamatan Pedamaran, Hj Rosita, yang sempat menceritakan hal ini kepada Kabar Sumatera beberapa waktu lalu. Namun sepertinya kepala UPTD  belum mampu mengambil tindakan tegas terhadap kepsek tersebut yang sebenarnya adalah bawahannya.

Kepala Dinas Pendidikan OKI, Iskandar ZA, melalui Kabid TK/SD, Syamsuddin SPd, dikonfirmasi mengenai prilaku kepsek yang jarang masuk kerja tersebut, berjanji akan menurunkan tim ke lapangan untuk menyelidiki hal tersebut. Kata dia bila memang benar terbukti, maka pihaknya akan mengambil tindakan tegas, dengan memberikan sanksi berupa penundaan pangkat, mutasi jabatan, bahkan hingga pemecatan.

“Ya, terima kasih atas informasinya, kami akan tindaklanjut laporan itu, dengan membentuk tim untuk ke lapangan,” janji Syamsuddin.

 

TEKS      : DONI AFRIANSYAH

EDITOR    : RINALDI SYAHRIL’

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *