Ekonomi Kreatif Membutuhkan Ruang Publik

M. Iqbal Alamsjah, Direktur Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Media Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) saat menjadi pembicara pada Sosialisasi dan Publikasi Ekonomi Kreatif berbasis media, desain dan Iptek di Hotel Swiss Belin Imara Palembang,selasa (30/9/2014) | Dok KS

M. Iqbal Alamsjah, Direktur Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Media Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) saat menjadi pembicara pada Sosialisasi dan Publikasi Ekonomi Kreatif berbasis media, desain dan Iptek di Hotel Swiss Belin Imara Palembang,selasa (30/9/2014) | Dok KS

PALEMBANG – Untuk menumbuhkan ekonomi kreatif dibutuhkan ruang publik ‘public space’ yang kondusif baik secara fisik, sosial dan politik sebagai arena para seniman atau pelaku kreatif untuk berekspresi. Demikian diungkapkan M. Iqbal Alamsjah, Direktur Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Media Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) saat menjadi pembicara pada Sosialisasi dan Publikasi Ekonomi Kreatif berbasis media, desain dan Iptek di Hotel Swiss Belin Imara Palembang,selasa (30/9).

Iqbal mengatakan, disisi lain perlu kehati-hatian mengelola pendanaan, apalagi bila menggantungkan pada dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) sebab beberapa kasus muncul sulit mempertanggungjawabkan dana dari kas negara itu.

“Sektor ekonomi kreatif merupakan salah satu sektor yang memiliki daya saing dan memiliki ketahanan terhadap krisis,”jelasnya.

Kontribusi Ekonomi Kreatif terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia menurut sektor ekonomi tahun 2013 sejumlah Rp 641.819 miliar. Melihat hal itu, maka Kemenparekraf, khususnya satuan kerja terkait membulatkan tekad akan serius mengembangan sektor ekonomi kreatif terutama pada enam objek , yaitu komik, film animasi, karya fiksi dan nonfiksi, karya kreatif iklan, serta karya audio dan karya video.

Farhat Sukri, Kepala dinas kebudayaan, pemudah dan olahraga Propinsi Sumatera Selatan di tempat yang sama mengatakan, sangat senang kalau acara ekonomi kreatif seperti ini sering diadakan di Palembang karena acara-acara seperti ini akan memunculkan individu-individu kreatif di sumsel nantinya.

Farhat pun menambahkan bahwa pihaknya siap mendukung acara serupa dan akan memfasilitasi acara serupa di 17 kabupaten-kota yang ada di sumsel.

“Kalau bisa ini kesempatan kita untuk menaikan budaya sumsel di permukaan,”terangnya.

Acara sosialisasi ekonomi kreatif ini sendiri menghadirkan Dennis adiswara Pelaku ekonomi kreatif nasional di bidang audio visual sebagai pembicara.

 

TEKS : SONNY KUSHARDIAN

EDITOR : ROMI MARADONA




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *