Tuntutan Buruh di Banyuasn Sulit Dipenuhi

BANYUASIN – Kalangan buruh secara nasional, mendesak pemerintah untuk menaikkan upah minimum sebesar 30 persen pada 2015. Selain itu buruh juga meminta, kenaikan standar Kebutuhan Hidup Layak (KHL) dari 60 item menjadi 84 item.

Desakan buruh itu menurut Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertran) Banyuasin, Indra Junaidi, sulit untuk dipenuhi di Bumi Sedulang Setudung. Namun kata Indra, Disnakertrans akan berupaya memperjuangkannya.

“Jika mereka menuntut kenaikan upah minimum 30 persen, artinya upah minimimum sekitar Rp 3 juta perbulan. Itu saya kira, sulit untuk dipenuhi,” terang Indra yang dibincangi di ruang kerjanya, Jumat (26/9).

Menurut Indra, Banyuasin sampai saat ini belum bisa menentukan Upah Minimum Kabupaten (UMK) sendiri sebab belum memiliki dewan pengupahan. Rencananya tahun ini jelas Indra, dewan pengupahan itu baru akan dibentuk sehingga Banyuasin bisa menentukan UMK sendiri.

Bagaimana dengan tuntutan kenaikan KHL dari 60 aitem menjadi 84 aitem ? Indra menyebut, itu juga sulit dipenuhi. “Untuk memenuhi 60 aitem saja dalam KHL, sulit apalagi jika menjadi 84 airem,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Seksi (Kasi) Hubungan Industrial dan Jamsostek, M Riduan menambahkan, Disnaker tidak bisa menentukan sendiri desakan buruh tersebut. “Memang untuk merealisasikannya sulit, tetapi kita akan perjuangkan itu. Semoga, tuntutan kalangan buruh bisa dpenuhi,” tukasnya.

 

TEKS           : DIDING KARNADI

EDITOR        : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com