Warga Temukan Mortir Sisa Latihan TNI

Danramil Indralaya, Kapten Salamun, saat mengamati mortir yang ditemukan warga. Mortir tersebut diduga sisa latihan TNI pada tahun 1970 silam. | Foto : Dok KS

Danramil Indralaya, Kapten Salamun, saat mengamati mortir yang ditemukan warga. Mortir tersebut diduga sisa latihan TNI pada tahun 1970 silam. | Foto : Dok KS

INDERALAYA – Sebuah proyektil peluru Artileri Medan (Armed), Kaliber 66 mm,  tidak aktif,  atau mortir yang diduga sisa latihan perang anggota TNI pada tahun 1970, ditemukan warga di tengah rawa di Desa Lorok, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Sabtu (20/9), kemarin. Satu Tim Gegana Brimob Polda Sumsel  diterjunkan untuk mengidentifikasi dan membawa mortir tersebut ke Mako Brimob Polda Sumsel.

Data yang diperoleh, mortir tersebut pertama kali ditemukan oleh salah seorang warga bernama Muhammad Roni, saat hendak mencari ikan. Saat melintas, Roni melihat sebuah benda besi menyerupai peluru tergeletak di tengah rawa. Penasaran, Roni berusaha mendekat dan memastikan jika benda tersebut adalah mortir.

Muhammad Roni mengatakan, dirinya terkejut melihat benda besar seperti peluru saat hendak mencari ikan. “Saat lewat, kaget ada benda besi besar seperti peluru. Takut ada apa-apa, saya hubungi warga dan diteruskan ke polisi,” singkatnya.

Ketika itu, Roni langsung menghubungi warga dan diteruskan ke petugas Polres OI. Mendapat laporan tersebut, anggota Polres OI dan Koramil Inderalaya meluncur ke lokasi yang dimaksud.

Jauhnya lokasi dan sulitnya medan lantaran berlumpur memaksa anggota Satreskrim Polres OI dan anggota Koramil, Inderalaya harus berjalan kaki sejauh 4 km. Di lokasi, terpantau mortir tersebut kondisinya sudah tua dan berkarat. Bahkan, beberapa bagian mortir juga sudah terlekelupas. Polisi yang tiba di lokasi langsung memasang garis polisi.

Kapolres OI, AKBP Asep Jajat Sudrajat mengatakan, mortir tersebut ditemukan warga yang melintas. “Ya, kita dapat informasi ada penemuan benda proyektil peluru (mortir –red). Kita langsung ke lokasi dan memasang garis polisi. Kita juga berkoordinasi dengan Kodim Inderalaya dan Armed. Selain itu bantuan Tim Gegana Polda Sumsel,” ungkapnya.

Sementara itu, Danramil Inderalaya, Kapten Salamun mengatakan, penemuan mortir tersebut sudah dilaporkan ke pimpinan yakni Kodim 0402. “Kami meminta, jika warga menemukan mortir lagi tidak usah di pegang dan langsung laporkan ke petugas, sebab mortir tersebut sangat berbahaya,” imbuhnya.

Ia menambahkan, berdasarkan penuturan warga, lokasi tersebut merupakan latihan Armed pada tahun 1970 silam. “Ya, lokasi ini sebagai sasaran latihan Armet pada tahun 1970. Mungkin ini (mortir –res), sisa-sisanga,” tuturnya.

 

TEKS    : JUNAEDI ABDILLAH

EDITOR   : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com