SMK Siap Kerja, SMA Siap Kuliah

Ilustrasi SMK | Ist

Ilustrasi SMK | Ist

MUARAENIM – Salah Satu target utama dari pendidikan setingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah terserapnya tenaga kerja dari SMK ke sejumlah sektor, baik industri atau perusahaan lainnya. Dengan demikian akan muncul semangat persainagn antar siswa dalam berkarya. Demikian dikatakan Jum Herman, S.Ag, salah satu tenaga didik SMK di Muaraenim, dalam perbincangan informal dengan Kabar Sumatera, di salah satu Rumah Makan Ogan Ilir, belum lama ini.

Menurut alumnus Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Muaraenim ini, pembelajaran di kelas bagi SMA hanya untuk menyampaikan materi yang sifatnya teori. Namujn bagi SMK, kelas bukan sekadar ruang penyampai materi tepri, tetapi di kelas, teori dan praktik juga dilakukan. “Pembelajaran teori dan praktik tidak hanya dilakukan di dalam kelas. Tetapi dilakukan di dunia industri melalui praktek kerja industri di perusahaan-perusahaan yang relevan,” ujarnya.

Oleh karena itu, disebut Jum Herman praktik kerja industri ke sejumlah perusahaan merupakan kegiatan yang wajib diikuti oleh peserta didik. “Bahkan, selalu menekankan kepada peserta didik yang mengikuti kerja praktek agar memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik-baiknya,” tambahnya.

Jum menambahkan, sebelum mereka dilepas mengikuti pratik kerja di sejumlah perusahaan, para guru memberikan pembekalan yang maksimal kepada peserta didik. Hal ini dilakukan, menurut Jum sebagai pembekalan bagi siswa agar ketika terjun ke sebuah isntitusi sudah ada dasar dalam bekerja.

Sementara itu, Roni Ridwan, S.Pd salah satu praktisi pendididikan SMK di Tanjung Enim mengatakan, kalau dibandingkan antara SMA dan SMK, serapan dunia kerja lebih banyak dari SMK. Sebab diakui Roni, SMK memang disiapkan untuk masuk dalm dunia industri setelah mereka tamat. Sementara untuk SMA disiapkan untuk menjadi akademisi. Sebab jika hanya bermodal ijazah SMA, maka siswa tidak akan bisa banyak berbuat. “Hal ini berbeda dengan alumnus SMK yang siap dengan skill tertentu. Jadi kalau yang SMA memang ada semacam kewajiban melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi. Tapi kalau SMK, karena dia punya skill bisa langsung bekerja,” tegasnya.

 

TEKS     : SISWANTO/AHMAD MAULANA

EDITOR   : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com