Haji Non Kuota Dianggap Merugikan

Ilustrasi Calon Jemaah Haji yang Akan Diberangkatkan Melalui Embarkasi Palembang | Dok KS

Ilustrasi Calon Jemaah Haji yang Akan Diberangkatkan Melalui Embarkasi Palembang | Dok KS

PALEMBANG – Laporan temuan adanya Calon Jemaah Haji (Calhaj) non kuota oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja (Daker) Mekkah, juga diterima oleh Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementrian Agama (Kemenag) Sumsel, Hambali.

Menurut Ketua PPIH Embarkasi Palembang ini, praktik calhaj non kuota atau Haji semi plus tersebut, dinilai merugikan calhaj itu sendiri. Sebab selain tidak termasuk dalam kuota haji, mereka harus merogok kocek yang cukup besar tanpa diimbangi pelayanan yang memuaskan.

“Dananya cukup besar, bisa mencapai Rp80 juta. Tapi pemondokannya jauh dari kesan layak. Bahkan ada yang tinggal diantara rumah dan toko. Bukan seperti pemondokan calhaj kebanyakan,” kata Hambali saat dihubungi, Minggu (21/9).

Menurut Hambali, calhaj seharusnya lebih bersabar untuk menunaikan rukun Islam ke lima tersebut. Saat ini, untuk haji plus pun sudah ada daftar tunggu (waiting list) hingga 2019 mendatang. Sedangkan haji reguler hingga 2028.

“Tentunya, kita syukuri atas kedatangan mereka (non kuota) yang berhasil sampai ke Mekah. Namun, praktik yang mereka lakukan, cukup beresiko. Selalu kucing-kucingan dengan petugas setempat,” ujar Hambali.

Hingga saat ini lanjutnya, belum ditemukan adanya calhaj Sumsel yang memilih jalan haji non kuota tersebut. “Mudah-mudahan untuk tahun ini, lancar dan tidak ada masalah,” imbuhnya.

Sementara, untuk proses pemberangkatan calhaj Embarkasi Palembang musim haji tahun 2014 M / 1435 H berakhir sudah. Total jamaah asal Sumsel dan Babel yang berangkat tahun ini berjumlah 5.852 orang, termasuk petugas.

Hambali menegaskan, Kloter 13 yang merupakan kloter terakhir pemberangkatan dari Embarkasi Palembang telah meninggalkan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II menuju Jeddah tadi kemarin siang pukul 11.20 WIB. Mereka yang berangkat berjumlah 418 jamaah, termasuk lima petugas.

“Hari ini proses pemberangkatan selesai. Kita tinggal menunggu proses pemulangan, yang terjadwal dari tanggal 11 Oktober hingga 29 Oktober 2014. Kloter 1 dijadwalkan tiba kembali di Palembang pada 11 Oktober pukul 03.15 WIB, sedangkan Kloter 13 dijadwalkan tiba pada 29 Oktober pukul 10.10 WIB,” jelas Hambali.

Dia menambahkan, total jamaah yang berangkat dari Embarkasi Palembang tahun ini berjumlah 5.787 jamaah, ditambah 65 petugas kloter. Sebanyak 5.060 jamaah asal Sumsel dan 727 jamaah asal Bangka Belitung.

“Dari 5.870 jamaah (termasuk petugas) yang masuk daftar manifest hajEmbarkasi Palembang tahun ini, ada 18 jamaah yang batal berangkat. Empat jamaah meninggal sebelum masuk asrama haji, sembilan jamaah menderita sakit, tiga jamaah sebagai pendamping yang sakit, dan dua orang karena alasan lain-lain. Untuk yang meninggal di tanah suci, hingga kini ada dua orang, yaitu Yansuri Zainal Abidin dari Kloter 7 dan Herawati Sukarno dari Kloter 3,” bebernya.

Ia menegaskan, secara umum, pemberangkatan jamaah tahun ini berjalan lancar. Tidak ada kendala berarti yang dihadapi hingga pemberangkatan selesai. Keberangkatan pesawat juga selalu tepat waktu, atau bahkan lebih awal dari yang dijadwalkan.

 

TEKS        : IMAM MAHFUZ

EDITOR       : DICKY WAHYUDI

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *