Camat Sungai Menang Jarang Ngantor, Kantor Camat Digembok

Kantor Camat Sunagi Menang, OKI nampak lengang. | Foto : Doni Afriansyah

Kantor Camat Sunagi Menang, OKI nampak lengang. | Foto : Doni Afriansyah

KAYUAGUNG – Aktivitas layanan di kantor Kecamatan  Sungai Menang, Kabupaten Ogan Komering Ilir, tampak masih sepi. Tak seorangpun staf kecamatan yang terlihat, bahkan kondisi pintunya digembok. Beberapa hari lalu kantor ini tak ada aktivitas yang berarti.

Kondisi serupa tetap tak ada perubahan hingga waktu menunjukkan pukul 11.00 WIB, bahkan tak seorangpun pegawai baik sang camat maupun anak buahnya yang membuka gembok ada pintu kantor kecamatan itu.

“Ah kalau si camat itu, kami juluki di sini camat ‘bulanan’ karena dalam sebulan bisa dihitung masuk kantornya. Palinggan satu sampai dua kali ngantor,” tutur Wanto, seorang warga Sungai Menang, kepada Kabar Sumatera, Senin (8/9).

Ibarat kata pepatah. Guru kencing beridiri, murid kencing berlari. Prilaku buruk camat Sungai Menang, Bahrul Anam ini ditiru pula oleh bawahannya yang ogah-ogahan masuk kantor. Hal ini terbukti dengan tidak dibukanya kantor tersebut, padahal saat itu merupakan jam kerja.

Soal jarangnya camat Sungai Menang yang jarang masuk kantor, dibenarkan oleh salah seorang staf UPTD Kecamatan Sungai Menang yang namanya tidak mau disebutkan. Menurut dia, kondisi tidak adanya aktivitas di kantor tersebut, sudah menjadi pemandangan yang tak asing lagi.

“Ya, memang seperti itulah, sering tidak masuk, makanya layanan di kantor camat ini tidak pernah berjalan maksimal,” cetusnya.

Berdasarkan pantuan wartawan di lapangan belum lama ini, kondisi kantor Kecamatan Sungai Menang itu tidak ada aktivitas sama sekali, tak seorangpun pegawai yang ada di kantor itu. Celakanya, kondisi pintu kantor itu masih dibiarkan terkunci.

Kondisi yang memprihatinkan ini, sangat bertentangan dengan program Bupati OKI untuk membangun OKI dari desa, bila pejabat di kecamatan tidak memberikan contoh baik dengan jarang masuk kantor, yang bisa mengakibatkan pelayanan terhadap masyarakat terhambat.

 

TEKS   : DONI AFRIANSYAH

EDITOR  : RINALDI SYAHRIL

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *