2014, Realisasi PAD Pagaralam Capai 16 M

Ilustrasi

Ilustrasi | Dok KS

PAGARALAM – Realisasi pendapatan asli daerah (PAD) yang dikelola Pemerintah Kota Pagaralam melalui Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) sampai semester pertama tahun ini baru tercapai Rp 16.482.560.314 miliar atau sekitar 48,22 persen dari target capaian Rp 34.179.600.000 miliar. Demikian disampaikan Kepala DPPKA H Haryanto SE MM MBA melalui Kabid Pendapatan Hj Poppy Erica SE didamping Kasi Penetapan Agung, Senin (1/9).

Jelas Poppy, dari data yang ada memang baru terhimpun 48,22 persen. Pencapaian ini berdasarkan rekapitulasi dari empat jenis penerimaan PAD murni yang dikelola yakni pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan lain-lain pendapatan daerah yang sah.

“Memang tidak mudah mengumpulkan PAD. Banyak kendala yang dihadapi di lapangan,” jelasnya.

Kendati demikian, Poppy optimistis hingga akhir 2014 PAD bisa over target yang telah ditetapkan. Apalagi masih ada empat bulan lagi hingga akhir tahun sejak awal September tahun ini. Katanya, biasanya realisasi target pencapaian PAD itu sampai akhir November atau Desember pada saat tenggat waktu pembayaran pajak.

Sejauh ini katanya, penyumbang PAD terbesar adalah Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, lalu DPPKA serta PAD dari penerangan lampu jalan, pajak penerimaan perusahaan dan galian C, kemudian penerimaan pajak daerah seperti pajak hotel, restoran, hiburan, reklame, kemudian retribusi daerah, di antaranya retribusi jasa umum, jasa usahan, dan perizinan.

“Sedangkan penerimaan PAD dari hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, seperti dari bagian laba atas penyertaan modal pada perusahaan milik pemerintah atau BUMN Bank SumselBabel, penjualan pupuk kompos, Hotel Besemah Dempo serta jasa giro kas daerah,” ungkapnya seraya mengatakan ke depannya sumber penerimaan PAD baru yakni dari dari sektor BPHTB akan mampu mendongkrak PAD Kota Pagaralam di mana pengelolaannya langsung oleh Pemerintah Kota Pagaralam efektif pada 2014.

Ia menjelaskan, masih banyak dinas yang belum memenuhi syarat pencapaian target PAD sebesar 50 persen hingga memasuki pertengahan tahun ini dalam memungut sumber penerimaan PAD. Untuk itu SKPD terkait dapat menggarapnya secara maksimal dan mencarti solusinya guna mencapai target yang lebih besar. Apalagi masih banyak potensi pendapatan PAD yang belum tergarap maksimal.

“Meski begitu, tentunya hal itu mesti digarap dengan baik sejumlah potensi yang ada secara maksimal. Bukan tidak mungkin, ke depan PAD Pagaralam akan terus bertambah, sehingga pembangunan di Pagaralam dapat ditingkatkan lagi,” ujarnya.

 

TEKS   : ANTONI STEFEN
EDITOR  : RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *