Tindak Tegas Tangki Modif Pengecor BBM

Ilustrasi SPBU | Dok KS

Ilustrasi SPBU | Dok KS

PAGARALAM – Kepolisian Resort (Polres) Kota Pagaralam akan menindak tegas terhadap oknum nakal yang memanfaatkan situasi di saat kelangkaan bahan bakar minyak (BBM). Seperti pengecor yang menggunakan tangki kendaraan yang dimodif.

“Kalau tidak diawasi, tidak menutup kemungkinan mereka akan leluasa ikut dalam antrean di sejumlah SPBU yang ada di Kota Pagaralam,” ujar Kapolresta Pagaralam AKBP Saut P. Sinaga SIK MSi, melalui Kabag Ops Kompol Muzir Cika, kemarin.

Menurutnya, upaya ini dilakukan tak lain menindaklanjuti setelah tim gabungan dari Pemkot melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di tiga SPBU yang ada di Pagaralam, seperti di Perandonan Kecamatan Pagaralam Utara, Simpang Manna Kecamatan Pagaralam Selatan dan Karang Dalo Kecamatan Dempo Tengah.

Sebelumnya, jajaran Satlantas Polres kota Pagaralam sudah berulangkali menindak pengendara yang menggunakan tangki modif. Karena hal itu memang menyalahi aturan dan memicu tindakan penimbunan dan pengisian yang dilakukan pemilik kendaraan berulang-ulang.

“Ya, melakukan perubahan pada kendaraan, sehingga kendaraan tersebut tidak lagi sesuai dengan spesifikasi kendaraan, tentunya menyalahi aturan. Melalui tindakan tegas itu, pelakunya bisa dikenakan UU Lalulintas,” tegasnya.

Sementara itu Tinus (30), salah seorang warga Pagaralam mengaku, belakangan ini BBM subsidi di sejumlah SPBU yang ada kian sulit didapat. Belum lama ini, di salah satu POM bensin sejak pagi masih tutup dan belum bisa melayani pengemudi kendaraan yang berniat untuk mengisi minyak. Baru sekitar pukul 10.00 WIB bisa melayani pembelian, setelah pasokan tiba dari Depo Lahat.

“Kalau demikian terjadi, mau tidak mau harus ikut antre panjang disaat pasokan telat datang,” terangnya.

Selain itu lanjutnya, diminta kepada aparat kepolisian dan pihak terkait agar dapat melakukan pengawasan ketat di lokasi SPBU. Apalagi belakangan ini, disinyalir masih ada kendaraan yang tangki dimodif malah ikutan antre dan masih dilayani dalam jumlah tertentu.

“Kita minta kepada aparat kepolisian dan pihak terkait lainnya, untuk melakukan tindakan jika ada temuan kendaraan roda empat ataupun dua yang tangkinya sengaja dimodif saat membeli bensin ataupun solar dalam jumlah banyak,” katanya.

 

TEKS   : ANTONI STEFEN
EDITOR   : RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *