Komisioner KPU Pagaralam Tempuh Jalur Hukum

Ilustrasi

Ilustrasi

PAGARALAM – Berkembangnya dugaan penggunaan ijazah palsu  dan keanggotaan partai politik (Parpol) dikalangan masyarakat terhadap penyelanggara pemilu yang ada di Bumi Besemah ini, Komisioner KPU Kota Pagaralam, Boyarcan dan Rahmad Qori Setiawan, melakukan jumpa pers guna menepis semua itu.

Pada kesempatan tersebut, Boyarcan menunjukan ijazah asli miliknya untuk tingkat SMA dengan nomor  22 MU 0580021 yang diterbitkan pada tahun 2011 dan ditandatangani Kepala sekolah Syahrul Bustani SPd dikala itu. Termasuk Rahmad Qori Setiawan pun membatah jika dirinya terlibat dalam kepengurusan partai politik (Parpol) Golongan Karya.

Menurut Boyarcan, tidak benar jika ada anggapan dan pemberitaan mengenai dirinya menggunakan ijazah palsu disaat hendak melanjutkan ke salah satu perguruan tinggi yang ada di Bumi Besemah ini.

Ia mengatakan, hal itu bisa dibuktikan dengan menunjukan ijazah asli yang dikeluarkan Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia surat tanda taman belajar (STTB) program ilmu pengetahuan sosial.

“Ya, ijazah saya ini dikeluarkan berdasarkan keputusan Kantor Wilayah Departemen Pendidikan Nasional Propinsi/ Dinas Diknas Provinsi Bengkulu dengan nomor 370/PP/2001 tanggal 23 April 2001 Kepala SMU Idhata Bengkulu,” sebutnya, kemarin (31/8).

Dikatakan Boy, memang selama ini sudah berkembang isu penggunaan ijazah palsu tersebut. Bahkan sejumlah mass media pun banyak yang mempertanyakan hal itu, tetapi bisa dibuktikan karena ada ijazah asli.

“Saya siap membuktikan jika ijazah saya ini asli dan dikeluarkan oleh SMA Idhata Bengkulu tahun 2001,” jelasnya seraya menunjukan ijazah asli dan memberi photocopi untuk data kepada awak media.

Kendati demikian kata Boy, jika banyak yang beranggapan dirinya menggunakan ijazah SMA Idhata Bengkulu adalah palsu, dapat dipastikan hal itu fitnah termasuk perbuatan yang tidak berdasar dan kurang menyenangkan.

“Jika tidak ada halangan, Senin (1/9), saya akan membuat laporan ke Polres Pagaralam terkait  adanya pernyataan salah satu warga Pagaralam berinisial JB yang mengatakan bahwa ijazah saya palsu. Padahal bukti ijazah saya resmi dikeluarkan SMA Idhata Provinsi Bengkulu,” beber Boy seraya berujar saya merasa dirugikan, karena hal itu fitnah dan merusak repotasi saya sebagai penyelanggara pemilu.

Rahmad Qori Setiawan mengemukakan hal yang sama. Ia berujar, sudah ada pernyataan dari Dewan Pimpinan Daerah Partai Golongan Karya Kota Pagaralam, Drs H Djazuli Kuris yang menerangkan bahwa Rahmad Qori Setiawan bukan anggota Partai Golkar dan pengurus Partai Golkar.

“Kalaupun tercatum nama dipengurusan Golkar itu tanpa sepengetahuan saya. Karena itulah dibantah DPD Golkar dengan mengelurkan SK tanggal 14 April 2010 dan dikeluarkan langsung oleh Ketua DPD Golkar Kota Pagaralam Drs Djazuli Kuris,” ujarnya.

Sementara itu,  Ketua LSM Indonesia Publik Service Watch Kota Pagaralam, M Helmi HZ sangat menyayangkan jika dugaan penggunaan ijazah palsu dan keanggotan parpol Komisioner KPU Pagaralam benar-benar terjadi.

“Guna menepis berbagai hal yang tidak diinginkan dan tidak berlarut-larut, kepada yang bersangkutan sebaiknya mengungkap secepatnya keabsahan ijazah tersebut maupun keanggotaan parpol. Jangan sampai permasalahan ini hingga membuat seluruh lapisan masyarakat ikut bertanya-tanya kebenarannya,” kata Helmi.

Sebelumnya, Jonsi Bahak warga Kota Pagaralam seperti dilansir di jurnalsumatera.com (29/8/2014) sempat berkomentar terkait adanya dugaan penggunaan ijazah palsu.

Ia  mengatakan, memang atas pemberitaan itu tidak dilakukan langsung dalam bentuk jumpa pers. Akan tetapi hanya berupa jawaban setiap ada pertanyaan wartawan terkait  dugaan penggunaan ijazah palsu oleh Komisioner KPU.

“Tentunya kita memiliki dasar hukum dan bukti otentik terkait pernyatan sesuai dengan pemberitaan dari www.jurnalsumatera.com. Terutama pembanding ijazah dan daftar hadir siswa SMA Idhata yang menamatkan tahun 2001 dan tidak tercantum nama yang bersangkutan,” ujar dia.

Namun demikian, kata Jonsi, belum melakukan upaya hukum karena masih ada beberapa bukti yang perlu dikumpulkan termasuk ada orang Pagaralam yang juga tamat tahun 2001 untuk pembanding ijazahnya.

“Kalau untuk investigasi tidak mesti melapor kepada yang bersangkutan termasuk mengupulkan barang bukti pendukung jika yang bersangkutan diduga menggunakan ijazah palsu dan terlibat partai,” ungkap dia.

Menurut dia, silahkankan saja jika yang bersangkutan ingin menempuh jalur hukum untuk membuktikan siapa yang benar, karena proses ini akan tetap berjalan.

Kapolres Kota Pagaralam AKBP Saut P Sinaga melalui Kasat Rekrim Iptu JK Nababan mengaku belum ada laporan terkait ijazah palsu anggota KPU.

“Kalau ada laporan akan ditindaklajuti dan akan diusut,” singkatnya.

 

TEKS      : ANTONI STEFEN

EDITOR    : RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *