Uang Diterima Polisi Datang Menjemput

ilustrasi

ilustrasi

INDRALAYA – Impian Edi Purnomo (22), warga warga Desa Nusa Bakti, Dusun 1 Rt 1, Kecamatan Belitang III, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, untuk mendapatkan uang dalam jumlah banyak dengan cara mudah tanpa harus bekerja keras, buyar sudah.

Bagaimana tidak, ia justru harus meringkuk di hotel prodeo milik Kepolisian Resort (Polres) Ogan Ilir (OI), Kamis (28/8) sekitar pukul 21.00 WIB. Edi diamankan saat berada di Rumah Makan (RM) Pagi Sore yang berada di Desa Teluk Gelam, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Informasi yang dihimpun Kabar Sumatera, resedivis kambuhan ini harus merasakan dinginnya sel tahanan karena menggelapkan mobil jenis dump truk merek Hyundai warna hitam biru dengan nomor polisi BG 8706 E, milik Sucipto Suroso (62), warga LK V, RT 04/02, Bandar Jaya, Lampung.

Edi kemudian menghubungi korban, untuk minta uang tembusan Rp 15 juta jika ingin truk miliknya dikembalikan. Korban pun menyetujuinya dan mereka sepakat untuk bertemu di RM Pagi Sore, di Desa Teluk Gelam.

Namun sehari sebelum pertemuan itu atau Rabu (27/8), melapor terlebih dahulu ke Polres OI dengan bukti lapor LP/275-B/VIII/2014/Sumsel/Res OI. Dalam laporannya, korban mengaku  truk miliknya digelapkan oleh Edi yang merupakan sopir truk miliknya tersebut. Truk itu, sebelumnya dipakai oleh tersangka untuk mengangkut batubara.

Mendapatkan laporan korban, petugas pun langsung menindaklanjutinya. Petugas bersama korban kemudian mengatur skenario untuk menjebak tersangka. Kesepakatan korban dan tersangka untuk bertemu, memudahkan langkah petugas untuk mengamankan Edi yang tercatat pernah mendekam di Lapas Tanjung Raja selama delapan bulan pada 2008 lalu, dalam kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

“Saat korban menyerahkan uang Rp 15 juta yang diminta tersangka, sebagai uang tembusan atas truk yang digelapkannya itu maka saat itulah anggota kita langsung membekuk tersangka,” terang Kepala Polres OI, AKBP Asep Jajat Sudrajat didampingi Kasat Reskrim Iptu Dhafid Shidiq bersama Kanit Pidum Ipda Marwan, Jumat (29/8).

“Barang bukti (BB) penggelapan berupa satu unit dump truk jenis Hyundai yang telah dijual oleh pelaku dengan warga Bandar Lampung, telah kita bawa ke Mapolres OI guna penyelidikan lebih lanjut,” bebernya.

Tersangka Edi yang dibincangi di Mapolres OI, mengakui perbuatannya. Ia menyebut, dump truk milik korban itu dibawanya kabur pada Sabtu (26/7) sekitar pukul 17.00 WIB lalu saat berada di Desa Pulau Semambu, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten OI.

Saat ini jelas tersangka, ia meminjam truk korban yang sedang terparkir dengan alasan akan menjemput istrinya.  “Truk itu, sempat aku jual dengan Hen, warga  Kampung Manggala, Bandar Lampung senilai Rp 25 juta. Uangnya sudah habis untuk poya-poya,” ungkapnya.

Bapak tiga orang anak ini menambahkan, truk milik korban tersebut ternyata oleh Hen kemudian dijual kembali seharga Rp 40 juta dengan plat palsu dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), hasil scanner.

 

TEKS        : JUNAEDI ABDILLAH

EDITOR       : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *