Ratusan Siswa Tertipu Beli Buku Kurikulum

Ilustrasi | Antaranews.com

Ilustrasi | Antaranews.com

KAYUAGUNG – Ratusan siswa di SMPN 6, SMPN 3 dan SMP IT Bina Insani Kayuagung, tertipu oleh pihak penerbit yang menjual buku kurikulum serta CD yang datang dari Bandung. Pasalnya setelah memungut uang dari siswa ketiga sekolah itu sebesar Rp80 ribu per siswa dengan memberikan satu kaset CD, pihak penjual kabur tak kunjung kembali ke sekolah. Sementara buku yang dijanjikan tak kunjung di dapat siswa. Lantaran penjual sudah kabur.

Informasi yang dihimpun, menyebutkan, datang seorang lekali yang menawarkan buku dan CD panduan kurikulum 2013, kepada siswa di SMPN 6 Kayuagung, penjual itu, menemui kepala sekolah setempat, Saleh Rusbandi.

“Awalnya dia datang menemui saya pada hari Rabu, menawarkan buku panduan kurikulum 2013, saya bilang silahkan kalau siswanya mau beli, besok harinya saya tidak masuk sekolah, ternyata pihak penjual datang lagi. Hari Kamis, Nah pada saat itu dia menemui wakil kepala sekolah kurikulum, mengumpulkan siswa, agar besok Jumat, membawa uangnya,” jelas Kepala Sekolah SMPN 6 Kayuagung.

Ternyata setelah siswa bawa uang, pihak penjual datang ke sekolah di saat guru belum datang. Dia menagih uang ke siswa dan memberikan CD nya, sementara buku nanti akan di susulkan ke esokan harinya.

Kata Salah, setelah menerima uang itu, pihak penjual tak kunjung datang untuk menepati janjinya memberikan bukunya. Akibat kejadian itu, ratusan siswa merasa ditipu. Dan parahnya lagi CD yang dibeli itu tidak bisa dibuka. Bahkan sampul CD hanya berupa kerta fotokopi saja.

“Dia menjual dengan siswa kelas 7, 8 dan kelas 9,” ujarnya.

Ucap Saleh tidak hanya sekolahnya yang tertipu, tapi ada sejumlah sekolah lain di Kayuagung menjadi korbannya yakni SMPN 3 Kayuagung dan SMP IT Bina Insani.

Kepala Dinas Pendidikan OKI, Iskandar ZA, mengakui telah menerima laporan itu. Pihaknya meminta setiap sekolah untuk tidak muda percaya kepada pihak yang menawarkan buku kurikulum, hal ini untuk mengantisipasi kejadian serupa.

“Saya tegaskan kepada sekolah, agar kejadian ini jangan terulang lagi, agar tidak melayani siapun penjual buku,” tandasnya.

 

TEKS   : DONI AFRIANSYAH

EDITOR  : RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *