Membandel, Truk Batubara Masih Melintas di Jalintim

Truk Angkutan Batubara | Dok KS

Truk Angkutan Batubara | Dok KS

INDRALAYA – Surat Keputusan (SK) Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Nomor 340/3583/Dishub/2012 tertanggal 27 Desember 2012, tentang larangan melintas di jalan umum bagi angkutan batubara, ternyata tidak digubris.

Buktinya hingga saat ini, masih banyak truk yang mengangkut “emas hitam’ itu melenggang dengan bebasnya di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Palembang-Indralaya. Setidaknya setiap hari, ada ratusan truk pengangkut batubara yang melintas di jalintim.

Sejumlah warga Kabupaten OI yang dibincangi Kabar Sumatera, Jumat (29/8), sangat menyayangkan hal tersebut. Menurut warga, truk batubara itu seakan-akan menantang orang gubernur.

“Tidak paham juga kami, apakah ada main mata dibelakang SK gubernur tersebut  atau memang pengusaha dan pemilik truk pengangkut batubara ini yang melawan,” kata Herman, warga Pulau Semambu, Kecamatan Indralaya, Kabupaten OI, Jumat (29/8).

Masih banyaknya truk pengangkut batubara yang melintas di jalintim ini menurut Herman, membuat jalintim sesak dengan ratusan truk pengangkut batubara. “Kalau siang begini, memang tidak kelihatan truk yang mengangkut batubara. Coba sore menjelang magrib dan malam hari, jalintim ini didominasi truk batubara,” tuturnya.

Hal senada juga diungkapkan Andi. Menurutnya, saat ini truk batubara dominasi Jalintim Palembang-Indralaya,  sehingga mengakibatkan kemacetan.  “Truk batubara inikan sering mogok di jalan, ada yang pecah ban, patah AS, terbalik dan sebaginya. Ini penyebab membuat jalintim macet, padahal jalintim ini ruas jalannya kecil. Ada kendaraan yang mogok, pasti macet panjang,” ujarnya.

Ia berharap, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel, bertindak tegas dengan truk-truk pengangkut batubara yang membandel ini. “Gubernur juga harus mencari solusi, terkait persoalan ini yang bisa diterima semua pihak baik masyarakat maupun pengusaha batubara dan angkutan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, jika persoalan angkutan batubara ini tidak kunjung selesai maka bukan tidak mungkin bakal terjadi konflik terbuka antara masyarakat dengan sopir truk pengangkut batubara tersebut.

“Masyarakat sekarang sudah kesal dengan truk pengangkut batubara, yang melintas di jalan umum ini karena membuat kemacetan dan merusak jalan. Tak jarang mereka saat melintas sering konvoi dan ugal-ugalan sehingga bisa membuat pengguna jalan lainya celaka, karenanya jika itu terus terjadi bisa saja terjadi bentrokan,” tukasnya.

 

TEKS          : JUNAEDI ABDILLAH

EDITOR         : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *