Lengkapi Berkas Kematian Jihan, Polres Muara Enim Tunggu Keterangan Ahli Hukum

ilustrasi

ilustrasi

MUARAENIM – Masih ingat Jihan Salsabila (9), siswa kelas III SDN 14 Kelurahan Muaraenim, yang tewas diduga dikeroyok empat teman sekelasnya ? penyidik Kepolisian Resort (Polres) Muaraenim ternyata, sampai saat ini belum menyelesaikan penyidikannya.

Berkas perkara tersebut, sampai saat belum lengkap sehingga belum bisa dilimpahkan ke pengadilan. “Kami masih menunggu keterangan ahli hukum, untuk melengkapi berkasnya. Saat ini kasus Jihan masih kita proses,” kata Kepala Polres Muaraenim, AKBP M Aris melalui Kasat Reskrim, AKP Eryadi Yuswanto, Jumat (29/8).

Eryadi menerangkan, penyidik sebenarnya sudah melimpahkan berkas kasus Jihan itu ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Muaraenim namun dikembalikan lagi karena belum lengkap (P19).

“Untuk melengkapi berkasnya, kami sudah meminta pendapat Syarifuddin Petanase, pakar hukum pidana dari Universitas Sriwijaya (Unsri). Jika sudah ada keterangannya, berkasnya akan kita limpahkan kembali ke Kejari Muaraenim,” terang Eryadi.

Sebelumnya orang tua (alm) Jihan, Sudirman (45), warga kampung VI, Kelurahan Muaraenim mempertanyakan kasus hukum kematian anaknya yang tak kunjung tuntas penyelidikanya oleh kepolisian.  “Saya  berharap kepolisian bisa memperjelas kasus kematian anak saya,” kata Sudirman.

Sudirman tidak ingin kematian anaknya sia-sia, ia minta ada kepastian hukumnya.  “Sebagai manusia, saya siap bermusyawarah untuk berdamai asalkan memenuhi unsur keadilan,”terang Sudirman.

Sudirman menerangkan, sebagai orang tua dia  masih  terus terbayang-bayang dengan anaknya. “Senin (25/8) lalu, istri dan orang tua saya sudah ke Polres untuk menanyakan perkembangan penyidikan kematian anak saya itu. Namun kata polisi, sedang ditindaklanjuti. Berkasnya sudah dikirim ke Kejari tetap dikembalikan, karena belum lengkap,” bebernya.

Sudirman juga meminta pihak sekolah, bertanggungjawab atas kematian anaknya tersebut. Karena anaknya diduga dikeroyok oleh teman sekelasnya, saat jam sekolah. “Saya menilai, ada kelalaian guru dalam pengawasan sehingga anak saya dikeroyok oleh temannya sehingga menyebabkannya meninggal dunia,” tukasnya.

Sebagai informasi, Jihan Salsabila (9), siswa kelas III SDN 14 Kelurahan Muaraenimm meninggal pada 5 Mei lalu, yang diduga disebabkan pengeroyokan yang dilakukan empat teman sekelasnya saat jam istirahat sekolah.

 

TEKS           : SISWANT

EDITOR         : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *