Untuk dapatkan Air Bersih, Warga Talang Gunun harus Berjalan 2 KM

Ilustrasi Air Siap Minum (ASM) | Dok KS

Ilustrasi Air Siap Minum (ASM) | Dok KS

EMPAT LAWANG – Air bersih bagi warga Talang Gunung, Kelurahan Jayaloka, Kecamatan Tebing Tinggi, adalah barang mahal. Bagaimana tidak, untuk mendapatkan air bersih, warga harus rela berjalan kaki dengan menempuh jarak antara satu sampai dua kilometer.

Air bersih itu diambil warga dengan menggunakan dirigen ke Sungai Cemekup, yang berjarak sekitar dua kilometer dari perkampungan warga. “Untuk mendapatkan air bersih, kami harus ke Sungai Cemekup dengan berjalan kaki. Itu terpaksa dilakukan, karena disini tidak ada sarana air bersih,” kata Zulnawawi (39), warga Kampung Harapan, RT 03 RW 03,Talang Gunung, Kelurahan Jayaloka ketika dibincangi Kabar Sumatera, Rabu (27/8) .

Dalam sehari menurut Zulnawawi, ia hanya sanggup membawa beberapa dirigen yang berisikan air bersih. Sebab sebutnya, dirigen berisikan air bersih itu dibawa dengan berjalan kaki karena tidak ada kendaraan menuju kesana.

Kondisi ini kata Zulnawawi, bukan hanya ia yang mengalaminnya tetapi juga warga lainnya di Kampung SMA Negeri 2 dan Kampung Harapan. “Selain ke Sungai Cemekup, tidak ada sumber bersih lainnya. Sementara untuk membuat sumur, setidaknya harus menggali sedalam 20 meter baru ada airnya. Itu pun di musim kemarau, air nya akan kering,” tuturnya seraya berharap ada bantuan dari Pemkab Lawang untuk mengatasi kesulitan air bersih yang dirasakan warga tersebut.

Hal senada dikatakan, Sopian (55). Ia menyebut, selama ini keluarganya harus berjalan kaki sekitar satu kilometer ke sumber air bersih untuk keperluan mencuci dan memasak, karena menurutnya di lokasi tempat tinggalnya jauh dari sungai atau sumber air bersih. “Yang terdekat cuma Sungai Cemekup, jaraknya sekitar satu kilometer. Ya, mau tidak mau kami harus kesana apalagi bila musim kemarau,” akunya.

Ia berharap jika disekitar tempat tinggalnya, bisa dibangun sarana dan prasarana air bersih, seperti pipanisasi dan pemasangan instalasi pengelolaan air bersih (IPA), agar kesulitan masyarakat di sekitar tempat tinggalnya dapat teratasi.

Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan (PU) Umum Cipta Karya (CK) Kabupaten Empat Lawang, A Syaiful Natsir menyebut siap merespon permintaan warga, untuk membuat sarana dan prasarana air bersih.

Menurutnya, itu sudah masuk dalam prioritas utama Dinas PU CK. Namun untuk merealisasikannya, perlu dilihat dulu potensi debit air bakunya, apakah memadai atau tidak untuk pemasangan IPA termasuk banyak atau tidak masyarakat penggunanya kelak jika sudah terbangun agar tercapai pemaksimalan azas manfaat. “Kita lihat dulu masyarakat calon pengguna, banyak atau tidak termasuk debit air bakunya, memadai atau tidak, jika sesuai Kita siap bantu,” jelas Syaiful.

Selain itu imbau Syaiful, setiap pembangunan sarana dan prasaran air bersih agar dapat memaksimalkan fasilitas sudah dibangun disekitar tempat tinggalnya. Sebab menurutnya banyak fasilitas yang telah dibangun tidak dimanfaatkan maksimal bahkan cendrung tidak terawat bahkan terbengkalai.

“Kita menghimbau agar warga dapat merubah kebiasaan buruk, sudah banyak fasilitas MCK dibangun namun tidak dimanfaatkan secara maksimal. Harusnya warga menjaga, merawat, dan memanfaatkan dengan baik, itu untuk mereka sendiri,” tukasnya.

 

TEKS            : SAUKANI

EDITOR         : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *