Sekolah Pelosok Kurang Perhatian, 207 Siswa, Hanya Diajar 15 Guru

Ilustrasi Guru Sedang Mengajar Murid | Foto : Bagus Park

Ilustrasi Guru Sedang Mengajar Murid | Foto : Bagus Park

KAYUAGUNG – Potret pendidikan di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) sepertinya dari tahun-ketahun belum menunjukkan eksistensinya untuk maju. Khususnya bagi sekolah-sekolah yang lokasinya ada di pelosok jauh dari ibukota kabupaten yang dinilai masih kurang diperhatikan. Salah satunya yang dialami SMPN 3 Mesuji, Kabupaten OKI.

Dari 207 jumlah siswa di sekolah tersebut, hanya ditangani oleh 15 orang guru, tentu kondisi ini sangat memperihatinkan. Padahal jumlah tenaga pendidik di suatu sekolah merupakan ujung tombak suatu keberhasilan para siswa dalam menimbah ilmu.

“Ya kita Cuma ada 15 guru, 10 honorer, dan 5 orang PNS, yang menangani 207 siswa setiap di sekolah ini,” kata salah seorang guru di sekolah itu.

Tidak hanya kekurang tenaga guru, dibidang fasilitas belajar sekolah tersebut juga jauh dari kata cukup. Pasalnya para siswa setiap hari belajar memanfaatkan ruangan laboratorium, ruangan perpustakaan, serta meja dan kursi untuk belajar siswa masih kekurangan. Kendati demikian proses belajar mengajar tetap berjalan, lantaran niat dan tekad para siswa yang tulus untuk menuntut ilmu, walaupun dalam serba kekurangan.

Kepala SMPN 3 Mesuji, Endang Tintin Silowati MPd, mengatakan, dengan kondisi sekolah yang dimpimnya saat ini pihaknya tidak bias berbuat banyak. Berbagai usaha telah dilakukan agar sekolah tersebut bias sejajar dengan sekolah lainnya.

Seperti dalam hal pengajuan bantuan pembangunan ruang kelas, dan fasilitas lainnya ke pemerintah kabupaten setempat melalui Dinas Pendidikan Kabupaten OKI, namun usaha tersebut sampai saat ini belum juga membuah hasil.  Sementara kata dia, dari tahun- ketahun jumlah siswa terus bertambah, mengingat tingginya minat masyarakat yang ingin menyengolahkan anaknya ke sekolah tersebut.

“Sudah kami usulkan, namun belum ada hasilnya,” ujarnya.

Pihaknya juga mencari solusi lain terkait mengatasi permasalahan ini, agar nasib para siswa di sekolah yang masih kekurangan fasilitas belajar dapat segara teratasi.

“Kami juga akan menggelar rapat komite, untuk permasalahan ini, mudah-mudahan tidak menjadi masalah melalui jalan keluar ini,” ungkapnya, seraya mengatakan kepada pihak pemerintah untuk bias turun ke lokasi melihat kondisi sekolah pelosok yang saat ini masih banyak kekurangan fasilitas belajar.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten OKI, Iskandar ZA, melalui Kabid Subsidi dan Bangunan, Herianto, dari sebelumnya telah berjanji akan memperjuangkan nasib sekolah yang masih kekurangan sarana dan prasarana belajar, namun sepertinya dengan kondisi saat ini, usaha tersebut belum juga terealisasi, karena masih banyak sekolah yang mengeluhkan kekurangan fasilitas belajar seperti yang dialami SMPN 3 Mesuji.

 

TEKS     : DONI AFRIANSYAH

EDITOR     : RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *