Perekaman e-KTP Baru 84,57 Persen

Ilustrasi Perekaman E-KTP | Dok KS

Ilustrasi Perekaman E-KTP | Dok KS

PALEMBANG – Walaupun Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memberikan target kepada setiap daerah, dapat menuntaskan perekaman e-KTP sampai akhir Juli 2014. Namun, nyatanya DI Palembang baru bisa melakukan perekaman sebanyak 1.014.814 jiwa dari jumlah wajib e-KTP sebanyak 1.275.294 jiwa.

“Persentase perekaman e-KTP  baru 84,57,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Palembang, Ali Subri ketika dibincangi di ruang kerjanya, Rabu (27/8).

Ali mengatakan, belum terealisasinya perekaman e-KTP bagi warga Palembang itu disebabkan beberapa hal seperti, warga masih menganggap tidak perlu miliki e-KTP, mesin perekaman eror dan lain sebagainya.

“Walaupun demikian, kami tetap melakukan jemput bola kepada masyarakat Palembang yang belum merekam, untuk segera melakukan perekaman e-KTP. Lurah dan camat ikut membantu mensosialisasikannya,” jelasnya.

Sambung Ali, proses perekaman e-KTP tidaklah memerlukan waktu lama, hanya memakan waktu lebih kurang 30 menit, mulai dari ambil foto, pengisian data sampai cap jempol. “Kemudian, setelah perekaman selesai, data masyarakat tersebut langsung kami kirimkan ke Kemendagri untuk dilakukan pencetakan e-KTP,” ujarnya.

Ali menyebutkan, dari 1.014.814 warga yang telah melakukan perekaman e-KTP tersebut, tidak seluruhnya sudah mendapatkan e-KTP. Karena semua proses cetak dan distribusi langsung dari pemerintah pusat.

“Baru 987.194 masyarakat Palembang yang terima e-KTP. Banyak kendala yang dihadapi, seperti, pencetakan yang harus mengantri, karena semua kabupaten/kota di Indonesia cetaknya di pusat. Setelah itu, barulah dikirim ke daerah untuk di serahkan ke masyarakat,” bebernya.

Sebenarnya sebut Ali, sistem yang digunakan Kemendagri tidak efisien. Karena harus melalui berbagai proses, tapi pihaknya tidak bisa berbuat banyak. Karena semua kebijakan ada pada pemerintah pusat.

“Kami hanya ikuti prosedur saja. Semua ada di pusat. Tapi, kalau pusat sudah menyerahkan proses pencetakan kepada daerah, saya yakin prosesnya lebih cepat dan tidak memakan waktu lama. Kami masih menunggu dari pusat, apakah rencana cetak e-KTP ke daerah diwujudkan apa tidak. Yang pasti mesin cetak kami sudah ada, dan sudah siap,” ujarnya.

Ali menambahkan, dari 16 kecamatan yang ada di Palembang yang paling banyak belum melakukan perekaman e-KTP, ada di Kecamatan Ilir Barat (IB) I “Masih ada ratusan yang belum merekam e-KTP. Kami berharap rencana Kemendagri untuk melimpahkan pencetakan e-KTP ke daerah segera diwujudkan,” tukasnya.

 

TEKS         : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR        : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *