Jalan Khusus Batubara Tertunda

Truk Angkutan Batubara | Dok KS

Truk Angkutan Batubara | Dok KS

PALEMBANG – Permohonan izin atas pembangunan jalur kereta api khusus angkutan batubara yang melintasi wilayah Sumsel tepatnya di kabupaten Muaraenim, hingga kini belum direspon Kementrian Kehutanan (Kemenhut).

Akibatnya, ini membuat jalan khusus untuk angkutan batubara tertunda. Karena, jalan khusus itu nantinya, akan melintasi salah satu kawasan hutan lindung.  “Jalur tersebut nantinya akan melintasi hutan lindung, makanya izin tersebut belum direpons karena masih dibahas di Kementrian Kehutanan,” kata Asisten II Pemprov Sumsel, Ruslan Bahri ketika dibincangi, Rabu (27/8).

Karena permohonan izin itu tidak mendapatkan respon, sementara batas akhir surat permohonan itu akan habis masa berakunya maka PT BA Transpacific Railway selaku pihak yang akan membangun jalan khusus batubara tersebut, mengajukan perpanjangan permohonan izin lokasi dan sekarang sedang kami bahas.

Ia menjelaskan, jalan tersebut dibangun sepanjang hampir 300 kilometer (Km) dan tak lebih 10 persennya,  melintasi hutan lindung.  Karena belum mendapatkan izin dari Kemenhut maka pembangunan tersebut, belum bisa dimulai. “Pembangunan ini bagian dari program MP3EI, ujung-ujungnya akan bermuara pada pertumbuhan ekonomi, maka perlu perhatian khusus,” kata dia.

Menurut Ruslan, Pemprov Sumsel akan membantu PT BA Transpacific Railway melengkapi segala administrasi serta berkas-berkas lain yang menjadi faktor penunjang pembangunan tersebut. “Itulah mengapa kami melakukan rapat lengkap semua instansi, mencari jalan keluar bagaimana cara mendukung mereka,” ungkapnya.

Ia mengatakan pembangunan jalur kereta api khusus tersebut belum bisa dimulai jika izin melintasi hutan lindung itu belum diterbitkan Kemenhut. “Kan tidak mungkin pembangunan dimulai, sebab izin melintasi hutan lindung belum diterbitkan. Kalaupun dimulai nanti akan ada kendala, walau hanya tak lebih 10 persen dari total panjang jalur yang ada, ini akan menjadi hambatan nantinya,” terangnya.

Sebagai Informasi, PT BA bersama partner usahanya PT Bukit Asam Transpacific Railway (BATR) membangun jalur khusus batu bara dengan panjang jalur sekitar 307 km dengan kapasitas angkut 25 ton per-tahun. Jalur kereta api khusus ini, nantinya akan mengangkut batu bara PTBA dari Tanjung Enim, Sumatera Selatan ke Pelabuhan Baru di Provinsi Lampung

 

TEKS          : IMAM MAHFUZ

EDITOR         : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *