Gubernur Sumsel Himbau Masyarakat untuk Berhemat

Alex Noerdin, Gubernur Sumsel

Alex Noerdin, Gubernur Sumsel

PALEMBANG – Hampir semua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Sumsel, saat ini “diserbu” oleh masyarakat. Antrian kendaraan terlihat mengular di banyak SPBU, akibat adanya kebijakan pembatasan pengiriman Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi oleh PT Pertamina.

Antrian kendaraan tersebut menurut Gubernur Sumsel, Alex Noerdin sebenarnya disebabkan kepanikan masyarakat. Padahal kata Alex, stok BBM subsidi di Sumsel masih mencukupi. Kepanikan masyarakat itu, disebabkan adanya kebijakan pembatasan penyaluran BBM subsidi ke SPBU diseluruh Indonesia.

“Masyarakat tidak perlu panik, karena stok BBM di Sumsel masih mencukupi. Dengan pembatasan penyaluran BBM subsidi ini, saya himbau masyarakat untuk berhemat menggunakan BBM,” kata Alex, Rabu (27/8).

Ia menerangkan pembatasan penyaluran BBM subsidi, bukan hanya dilakukan di Sumsel tetapi juga diseluruh Indonesia. “Di semua Indonesia, juga mengalaminya. Di Sumsel masih lumayan, jika dibandingkan dengan beberapa daerah lain karena kita terdapat unit pengolahan minyak sendiri,” ungkapnya.

Dengan mempunyai tempat memproduksi minyak sendiri, lanjutnya, membuat Sumsel tidak terlalu terpengaruh atas kelangkaan BBM bersubsidi jenis premium seperti yang terjadi di daerah lain. Sebab, akses untuk distribusi BBM ke SPBU tidak terlalu sulit.

Sidak SPBU

Sementara itu di Pagaralam, Sekretaris Daerah (Sekda) Pagaralam, H Safrudin melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah SPBU yang ada di Pagaralam yakni SPBU SPBU 24.315.50 Perandonan, Kelurahan Kuripan Babas, kedua SPBU 24.315.49 Simpang Manna, dan SPBU 24.315.144 Karang Dalo. “Ini sengaja kita lakukan, untuk memastikan apakah stok BBM di SPBU di Pagaralam masih mencukupi atau tidak,” jelas Safrudin.

Diakui Safrudin, memang dalam beberapa hari terakhir terjadi antrian kendaraan di tiga SPBU yang ada di Pagaralam. Namun itu bukan disebabkan kelangkaan BBM subsidi, melainkan kepanikan masyarakat. “Masyarakat panik, mereka takut tidak mendapatkan BBM sehingga terjadi antrian di SPBU. Padahal stok BBM subsidi di Pagaralam masih normal,” tukasnya.

Sebagai informasi, Menteri ESDM Jero Wacik memastikan  sampai saat ini pemerintah tidak berencana menaikkan harga BBM bersubsidi. “Sampai hari ini tidak ada pembahasan (kenaikan harga BBM) itu,” katanya seperti dikutip detik.com.

Ia menyebut terjadinya antrian kendaraan di SPBU di Indonesia, disebabkan adanya pembatasan penyaluran BBM subsidi. Itu dilakuan untuk memenuhi kuota APBN Perubahan 2014 sebesar 46 juta kiloliter, sehingga konsumsi terpaksa dibatasi.

Sementara itu Menteri Keuangan (Menkue), M. Chatib Basri menyebut  kendati kelangkaan BBM bersubsidi terjadi di sejumlah daerah, Kemenkeu menyatakan kuota BBM bersubsidi tidak boleh ditambah karena sudah ditetapkan dalam undang-undang APBN-Perubahan 2014. “Kuota BBM bersubsidi itu, tidak boleh dinaikkan karena sudah dipatok di undang-undang,”  ujar Chatib dalam pesan singkatnya.

Dia mengaku pemerintah telah meminta adanya tambahan kuota BBM bersubsidi sebelumnya. Akan tetapi, usulan tersebut mendapatkan penolakan dari DPR, sehingga kuota BBM bersubsidi hanya dipatok 46 juta kiloliter.

 

TEKS          : IMAM MAHFUZ/ANTON

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *