SFC Kembali Modifikasi Pertahanan

Sriwijaya FC | Foto : Iwan Cheristian

Skuad Sriwijaya FC | Foto : Iwan Cheristian

PALEMBANG – Pelatih Sriwijaya FC Subangkit,  terpaksa  kembali memodifikasi benteng pertahanan timnya saat menjamu Pelita Bandung Raya (PBR) dalam Indonesia Super League (ISL) 2014, di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, (31/8).

Itu setelah, bek andalan Abdoulaye Yousouf Maiga tidak bisa diturunkan lantaran menjalani sanksi kartu merah yang didapat saat bentrok dengan Arema Cronus akhir pekan lalu.

Menurut Subangkit, tidak ada pilihan lain  kecuali harus menarik kembali striker Rishadi Fauzi  untuk menambah kekuatan lini belakang,  mengisi rongga kosong yang ditinggalkan oleh  Maiga. “Mau tidak mau kita kembali menduetkan  Rishadi Fauzi dan Sumardi untuk jadi stopper. Karena Firdaus Ramadhan sepertinya masih belum bisa dimainkan, cederanya masih terasa nyeri,” kata Subangkit.

Seperti diketahui, debut perdana duet Sumardi dan Rishadi sebagai palang pintu,  saat menghadapi Persijap Jepara beberapa waktu lalu dikatakan Subangkit belum begitu padu. Artinya, untuk menghadapi PBR nanti, Subangkit masih membutuhkan waktu untuk mengasah komunikasi mereka jauh lebih baik. Karena setelah melawan Persijap, Rishadi kembali menempati posisi aslinya,  didorong ke depan untuk menambah daya gedor tim yang kala itu mengalami  krisis pemain depan Lancine Kone dan Syakir Sulaiman  saat dijamu Gresik United.

“Dalam latihan sebelum lawan PBR ini, banyak yang perlu kita benahi, salah satunya  menyatukan komunikasi antara Rishadi dan Sumardi agar lebih baik lagi,” kata Cak Su, sapaan akrab Subangkit.

Sebelumnya, Rishadi mengatakan tidak keberatan jika dirinya diintruksikan pelatih untuk kembali menjadi stoper. “Saya siap jika memang pelatih menyuruh saya jadi stoper. Bagi saya tidak ada masalah jika memang tenaga saya dibutuhkan untuk membantu pertahanan,”  kata Rishadi.

Sementara itu, Firdaus menambahkan, keinginannya kembali menapaki rumput hijau stadion belum juga bisa direalisasikan. Menurutnya, cedera pada lutut kirinya belum menunjukkan kesembuhan yang positif. “Saya belum bisa main, karena masih terasa nyeri. Saya mau coba latihan gym saja dulu, percuma saja kalau saya paksakan bermain, takutnya malah rugi semuanya,” imbuh mantan penggawa Persita Tangerang itu.

 

TEKS : IQBAL

EDITOR : ROMI MARADONA




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *