Polisi Grebek Tempat Penampungan BBM Solar

Truk Tanki berisi 16.000liter yang diamankan petugas.

Truk Tanki berisi 16.000liter yang diamankan petugas.

INDERALAYA – Anggota Pidana Khusus (Pidsus), Polres Ogan Ilir, menggrebek sebuah tempat penampungan Bahan Bakar Minyak (BBM), jenis solar di Desa Ibul III, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Selasa (26/8), sekitar pukul 08.30 WIB.

Dari hasil penggrebekan tersebut, petugas menyita 600 liter BBM jenis solar non subsidi serta satu truk tanki BG 8389 AL yang masih berisi solar non subsidi 16.000 liter.

Selain menyita solar, petugas menangkap tiga tersangka yakni Aidil Adha (44), warga Desa Simpang Pelabuhan Dalam, Kecamatan Pemulutan, Ogan Ilir,  Diantoro Susanto (44), warga 16 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu, Palembang dan Budianti (24), warga Pal 7, Desa Ibul Besar, Pemulutan, Ogan Ilir.

Sedangkan David, yang merupakan penimbun BBM tersebut lolos dari penggrebekan. Aidil Adha dan Diantoro merupakan sopir dan kernet PT Kelantan Sakti, penyalur BBM non subsidi ke industri.

Informasi yang dihimpun, penangkapan tersebut berawal dari kecurigaan mobil truk tangki biru BG 8389 AL yang kerap “kencing” di tempat tersebut.

Mendapat informasi, petugas langsung menyusur dan melakukan penggrebekan. Benar saja, saat digrebek, dua karyawan PT Kelantan Sakti yang masih memakai baju seragam sempat lari sebelum akhirnya ditangkap.

Saat digeledah, petugas mendapatkan belasan drum yang seluruhnya mencapai 600 liter. Solar non subsidi tersebut milik David (buron,–red), yang diperkirakan akan kembali dijual ke industri dengan harga tinggi.

Kapolres OI, AKBP Asep Jajat Sudrajat didampingi Kasatres AKP David Sidiq dan Kanit Pidsus Iptu Sondi mengatakan, sopir dan kernet perusahaan pembawa BBM Solar sering “kencing” di tempat tersebut untuk ditimbun.

“Sopir dan kernat jual kepada David (buron) dengan harga Rp4.500, perliternya. Lalu nanti dijual David ke industri sekitar Rp12.000 perliternya,” ungkap Kapolres.

Kapolres menambahkan, penggrebekan tersebut berkat informasi dari masyarakat yang mencurigai adanya aktifitas ilegal yakni penimbunan minyak.

“Ketiga tersangka terancam UU No 22 Tahun 2001 tentang Migas Bumi dengan ancaman di atas 6 tahun penjara,” tuturnya.

Tersangka penimbunan Aidil dan Diantoro, saat ditemui di Ruang Riksa Pidsus Polres OI mengakui, jika aksinya tersebut sudah dilakukan yang keenam kalinya dengan menjual BBM Solar non subsidi ke David.

“Ya, sudah enam kali Mas. Setiap “Kencing” sekitar 100 liter. Tapi pas baru 600 liter, tertangkap petugas. BBM tersebut akan kami bawa ke Prabumulih,” singkatnya.

 

Teks  : Junaedi Abdillah

EDITOR  : SARONO P SASMITO




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *