IUP 8 Perusahaan Pertambangan di MUBA Terancam Dicabut

Ilustrasi Tambang | Ist

Ilustrasi Tambang | Ist

SEKAYU – Banyaknya perusahan-perusahaan pertambangan di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), yang  belum melunasi Izin Usaha Pertambangan (IUP), membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muba, geram.

Pemkab Muba mengancam akan mencabut izin, bagi perusahaan tambang yang belum melunasi IUP tersebut. Ancaman ini disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Muba, H Sohan Majid.

“Pemkab Muba bertindak serius. Kami akan menyurati perusahaan-perusahaan tambang tersebut, agar melunasi IUP mereka. Jika tidak, izinnya akan kami cabut,” kata Sohan yang dibincangi usai pertemuan teknis bersama Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Muba di Auditorium Pemkab Muba, Selasa (26/8).

Sohan menyebut, saat ini 48 perusahaan pertambangan di Muba yang memegang IUP. Namun dari 48 perusahaan itu, baru 40 perusahaan yang berstatus clean and clear. Sementara delapan perusahaan belum melunasi IUP.

Karenanya terang Sohan, perusahaan-perusahaan tersebut dihimbau untuk  untuk segera melunasi kewajiban – kewajiban mereka terutama dalam hal keuangan. Jika itu tidak juga dibayarkan sampai awal Oktober mendatang, maka IUP nya akan dicabut.  “Dalam pertemuan teknis ini lah, perusahaan-perusahaan tambang di Muba kita awasi. Pertemuan teknis ini, kita selenggarakan setiap tahunnya,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Distamben Kabupaten Muba, Zulfakar mengatakan, sektor pertambangan merupakan sektor yang  jika didayagunakan secara bijaksana dapat meningkatkan pendapatan daerah.

Karena itu, pada tanggal 28-30 April 2014 lalu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan koordinasi dan supervisi di 12 provinsi di Indonesia salah satunya di Sumsel yakni di Kabupaten Muba.

“Hingga Juli lalu, Distamben telah mengeluarkan 68 IUP. Dari jumlah tersebut, sebanyak 20 IUP sudah dikeluarkan surat pengakhiran/pencabutan izin dan tersisa 48 perusahaan yang tidak menutup kemungkinan akan dilakukan pengakhiran IUP kembali,” tukasnya.

 

TEKS          : BAGUS SANTOSA

EDITOR         : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *