Tak Ada Antrian Kendaraan di SPBU, Penjualan BBM di Banyuasin Masih Normal

Ilustrasi SPBU | Dok KS

Ilustrasi SPBU | Dok KS

BANYUASIN – Sejumlah kabupaten/kota di Indonesia, terjadi antrian kendaraan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPU), untuk mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi pasca adanya kebijakan pemerintah untuk mengurangi kuota BBM subsidi perharinya.

Namun di Banyuasin, pengurangan kuota BBM subsidi ini belum terasa efeknya. Pantauan Kabar Sumatera, Senin (25/8) di sejumlah SPBU di Banyuasin, kondisinya masih normal. Tidak ada antrian kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU sepanjang Kecamatan Talang Kelapa hingga Kecamatan Betung.

Manajer SPBU Simpang Gerbang, Kelurahan Seterio, Kecamatan Banyuasin III, Sulayana  yang dibincangi Kabar Sumatera mengakui adanya pengurangan kuota BBM subsidi. Saat ini jelasnya, kuota untuk premium hanya 16 ribu kilo liter (KL) perharinya, begitu juga dengan solar.

Pengurangan kuota BBM subsidi tersebut jelas Sulayana, berlaku sejak 18 Agustus lalu. “Sejak 18 Agustus lalu, kuota BBM subsidi yang dikirim ke SPBU kami dibatasi hanya 16 KL, kalau habis tidak bisa lagi minta dikirim.  Padahal sebelum 18 Agustus, berapa pun permintaan kita selalu dikirim oleh Pertamina,” bebernya.

“Namun pengurangan kuota tersebut, belum ada pengaruhnya terhadap pelayanan kami kepada konsumen. Di SPBU ini, tidak terjadi antrian kendaraan karena stok BBM kami kebetulan dalam beberapa hari ini selalu ada,” tukasnya.

Sebagai informasi, PT Pertamina sejak 18 Agustus lalu melakukan pemangkasan jatah harian BBM subsidi di setiap SPBU dari 5 persen sampai 15 persen sebagai dampak pengurangan kuota BBM subsidi 2014. Pertamina mendorong agar orang-orang mampu membeli BBM non subsidi seperti Pertamax, agar tak terjadi antrean kendaraan.

“Kita imbau mulai kita biasakan, masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi lebih bagus kita dorong untuk menggunakan non PSO (BBM non subsidi), kita minta kesadaran ini untuk membantu pemerintah dalam rangka menekan subsidi energi,” kata Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya jelang Raker dengan Komisi VII di Gedung DPR-RI, beberapa waktu lalu seperti dikutip detik.com.

Hanung mengatakan untuk pemangkasan harian di setiap SPBU jenis premium mencapai 5 persen sedangkan untuk BBM solar subsidi jumlahnya yang dipangkas 10 persen sampai 15 persen. “Solar kita lakukan hampir semua SPBU,” katanya.

Ia menambahkan meski ada pemangkasan kuota BBM subsidi dari 48 juta KL jadi 46 juta KL, Pertamina memastikan BBM subsidi tersedia sesuai kuota yang diberikan oleh pemerintah, termasuk BBM non subsidi. “BPH Migas mengeluarkan pemotongan di seluruh provinsi, nasional dikurangi 2 juta, provinsi dikurangi berapa, SPBU juga harus dikurangin gitu, ngga ada yang aneh,” ucapnya.

 

TEKS           : DIDING KARNADI

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *