Pemkot Palembang akan Gelar Nikah Massal

Ilustrasi Buku Nikah | Dok KS

Ilustrasi Buku Nikah | Dok KS

PALEMBANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, akan kembali menggelar nikah massal pada tahun ini. Sama seperti 2013 lalu, tahun ini pemkot menargetkan sedikitnya ada 50 pasangan yang akan mengikuti nikah massal tersebut.

Namun sayangnya menurut Asisten IV Pemkot Palembang, Asnawi P Ratu, nikah massal yang diselenggarakan oleh pemkot tersebut sering minim peserta. Di 2013 lalu misalnya, dari target 50 peserta namun yang mendaftar hanya lima persen saja dari kuota yang sudah ditetapkan.

“Banyak yang malu mengikuti nikah massal, sehingga pesertanya selalu minim. Padahal di Palembang, masih banyak pasangan yang sudah menikah namun belum memiliki akta nikah atau menikah dibawah tangan,” kata Asnawi yang dibincangi usai pembentukan panitia nikah massal di ruang Prameswara Pemkot Palembang, Senin (25/8).

Karenanya Asnawi berharap, pasangan yang sudah menikah namun belum memiliki akta pernikahan bisa mengikuti nikah massal tersebut. Pendaftaran sendiri akan mulai dibuka 15-29 September mendatang.Untuk pendataannya dilakukan oleh masing-masing kecamatan. “Setiap kecamatan, akan mendapatkan kuota antara tiga sampai empat pasangan,” jelasnya.

Nantinya terang Asnawi, pasangan yang akan mengikuti nikah massal itu akan melakukan proses akad nikah di Kantor Urusan Agama (KUA) di kecamatan masing-masing pada 29 September. Esok harinya atau 30 September, pasanga tersebut akan diarak menuju pelataran Benteng Kuto Besak (BKB). “Mereka akan diarak dari Masjid Alfathul Akbar, Jakabaring menggunakan becak menuju pelataran BKB,” bebernya.

Sementara itu, Wakil Ketua Pengadilan Agama (PA) Palembang, Bahrul Hamzah meminta pemkot melakukan penyeleksian peserta yang belum miliki akta nikah harus lebih ketat. “Kalau tidak, maka tidak bisa dilakukan sidang isbat pernikahan. Akta nikah sangatlah penting, walaupun seorang pasutri sudah sah secara agama, pasutri tersebut juga perlu dinyatakan sah secara hukum, sehingga keluarlah akta nikah,” jelasnya.

Menurut Bahrul, syarat-syarat yang harus dipenuhi pasutri untuk melakukan isbat nikah diantaranya, menyerahkan surat permohonan isbat nikah kepada PA, surat keterangan dari kepala desa, lurah. “Semuanya harus dipenuhi, barulah permohonan isbat bisa kami penuhi,” tukasnya.

 

TEKS         : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *