Pemecatan tak Masuk Akal, Lucianty Cs Gugat PAN

partai-pan

PALEMBANG – Kisruh di Partai Amanat Nasional (PAN) di Sumatera Selatan (Sumsel), terus berlanjut. Buntut dari pemecatan terhadap sejumlah kader dan calon anggota legislatif (caleg) terpilih yang dilakukan partai berlambang matahari terbit tersebut, membuat sejumlah kader partai tersebut melayangkan gugatan.

Kuasa hukum Hj Lucianty Pahri, Mardiansyah, Wahidin Sudiro Husodo , Ustadi dan Srikandi Ningsih, Febuar Rahman SH dan Dhabi K gumayra SH MH menyebut, atas nama kliennya mereka akan mengambil langkah hukum atas tindakan pemecatan tersebut.

“Klien kami, adalah caleg terpilih. Berdasarkan norma hukum sebagaimana diatur dalam Pasal 52 ayat 1 (a) dan ayat 6 (b) Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 8 tahun 2014 tentang Penetapan Hasil Pemilihan Umum (Pemilu), klien kami berhak dilantik sebagai anggota dewan. Artinya, aturan yang dipakai adalah PKPU ini bukan aturan partai. Dengan begitu, KPU tidak punya pilihan selain melantik klien kami,” kata Dhabi saat dibincangi di Kopitiam, Palembang Minggu (24/8).

Dhabi juga menyebut, pemecatan terhadap kliennya tersebut, cacat hukum dan tidak sesuai dengan Anggaran Dasar (AD) serta Anggaran Rumah Tangga (ART) PAN. “Pemecatan itu, tidak masuk akal dan naif. Penggantian atas caleg terpilih DPRD Sumsel atas nama Hj Lucianty Pahri dan Mardiansyah, haruslah sesuai dengan norma hukum sebagaimana yang telah diatur dalam PKPU,” bebernya.

Diterangkan dia, pemecatan terhadap kliennya tersebut adalah tindakan sewenang-wenang yang dilakukan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Sumsel yang kemudian mengusulkan ke DPP PAN.

“Klien kami, akan menggunakan haknya sebagai kader untuk menggugat pemecatan tersebut sesuai dengan pasal 32 ayat (1) dan ayat (2) Undang-Undang (UU) Nomor 2 tahun 2011 tentang Perubahan atas UU Nomor  2 tahun 2008 tentang Partai Politik junto AD/ART PAN,” terangnya.

Dalam kesempatan itu, Dhabi menantang Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN untuk membuktikan tuduhan kalau kliennya, tidak bekerja secara maksimal dalam mensukseskan pasangan Prabowo Subianto-Hatta Radjasa dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) lalu di Sumsel.  “Kalau memang dilakuan evaluasi, lakukan eveluasi keseluruhan terhadap kinerja Tim Pemenangan Prabowo-Hatta di PAN Sumsel,” ungkapnya.

Saat ditanya mengenai sikap klien nya terhadap partainya ,Dhabi menjawab klien masih  sangat cinta dengan PAN dan sangat menyayangkan adanya berita ini. “Sebagai kader, mereka terpukul. Harusnya PAN melakukan evaluasi kinerja partainya usai Pilpres, bukan malah melakukan amputasi terhadap kadernya,” tukasnya.

 

TEKS        : SONI KUSHARDIAN

EDITOR       : DICKY WAHYUDI  

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *