Pedagang ‘Nakal’ Bisa Dipenjara 5 Tahun dan Denda 10 Miliar

Ilustrasi Dok KS

Ilustrasi Dok KS

PALEMBANG – Sudah menjadi rahasia umum di masyarakat beredarnya makanan olahan yang mengandung bahan pewarna dan pengawet berbahaya. Padahal hukuman bagi pelaku bisnis curang ini tidak main-main yakni denda sebesar Rp10 miliar.

seperti dilansir dari okezone.com Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Roy Sparringa mengatakan, bagi supplier curang bisa dikenakan hukuman penjara sampai 5 tahun. “Kita lihat kasus per kasus, kita lihat track record-nya seperti apa. Kalau menurut UU Pangan, lima tahun penjara kalau menggunakan bahan berbahaya atau dikenakan denda Rp10 miliar,” paparnya.

Pihaknya mengaku sedang mendalami kasus-kasus makanan takjil yang mengandung bahan berbahaya yang mengandung pewarna dan pengawet. “Jadi takjil ini masalah supplier, dia dibikin oleh pabrikan. Saya enggak tahu, saya minta kepala balai besar POM semoga saja ditemukan. Kita dalami terus walaupun enggak lebaran,” imbuhnya.

Lebih lanjut ia mengatakan investigasi terhadap makanan akan terus dilakukan terutama pada kue-kue yang dijual di pasar subuh. “Oh iya, makanan itu kan tiap hari ada, kalau mau bedakan takjil yang warna merahnya mencolok, itu bahannya rodamin,” tandasnya.

 

TEKS : ROMI MARADONA

EDITOR : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com