Empat Lurah Terima 200 Sertifikat Prona

Ilustrasi Sertifikat | Ist

Ilustrasi Sertifikat | Ist

PAGARALAM – Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Pagaralam, tahun 2014 kembali  membagikan sebanyak  200 Sertifikat gratis untuk  4 kelurahan. Hal itu dikemukakan Kepala BPN Zulfikar Zainul SH MH, didampingi  Kasubsi pemberian hak atas Tanah Andi Susi, kemarin (25/8).

Menurutnya, sertifikat program nasional (Prona) dimaksud terdiri dari 25 untuk Kelurahan Bangunrejo Kecamatan Pagaralam Utara, 25 Kelurahan  Tebat Giri Indah Kecamatan Pagaralam Selatan, 67 Kelurahan Atunbungsu Kecamatan Dempo Selatan dan 85 untuk Kelurahan Burung Dinang Kelurahan Dempo Utara. Ia mengatakan, untuk pembuatan sertifikat Prona bagi BPN sama sekali tidak ada pungutan, mengingat hal itu semua sudah di anggarkan pemerintah pusat.

“Ya, kalau untuk tahun 2015 nanti ada dan  menunggu pengajuan dari lurah serta tidak ada pembatasannya,” kata Zulfikar.

Adapun pembuatan sertifikat prona lanjutnya, pada tahun 2012 sekitar 4.000 sertifikat, 2013 sebanyak 2.000 lembar dan 2014 ada sebanyak 200 lembar sertifikat.

Kendati demikian, kesadaran masyarakat di Bumi Besemah ini untuk membuat sertifkat tanah masih rendah. Mengingat sampai saat ini baru sekitar 21 pesersen atau 168.000 bidang tanah yang sudah terdaftar dan dikeluarkan sertifikat dari BPN. Itu artinya, masih cukup lahan atau bidang tanah masyarakat belum didaftarkan untuk disertfikatkan.

“Meski begitu, upaya kami  sudah cukup maksimal dalam  membantu maupun mendorong masyarakat agar bersedia mensertifikatkan lahanya,” jelasnya seraya berujar hingga saat ini kita terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat baik yang berkaitan dengan program nasional (prona) dan termasuk kemudahan dalam membuat sertifikat.

Selain itu, pembuatan sertifikat  ini dilakukan dalam membantu pendapatan asli daerah (PAD), karena harus lunas pajak  bumi dan  bangunan (BPP) dan termasuk lainnya.

“Terpenting, jika sudah ada sertifikat tentunya secara hokum sudah aman dan dapat mempermudah di saat  ingin melakukan pinjaman dana di bank,” kata Zulfikar.

Ia menambahkan, saat ini banyak lahan perkebunan atau pertanian masih cukup banyak belum ada sertifikat, selain terkendala statusnya dan masih banyak berupa warisan.

“Semoga program ini dapat berjalan sesuai rencana, tanpa mengalami kendala yang berarti,” katanya.

 

TEKS   : ANTONI STEFEN

EDITOR  : RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *