Palembang Kembangkan Taman Kupu-kupu di Gandus

Taman kupu kupu yg ada di Gandus | Dok KS

Taman kupu kupu yg ada di Gandus | Dok KS

Awalnya  kawasan  Agropolitan itu sempat terbengkalai. Kondisi itu  membuat Wakil Walikota Palembang Harnojoyo geram. Ia pun meminta Dinas Perikanan, Pertanian dan  Kehutanan (DP2K)  Kota Palembang memperhatikannya.

Menurutnya, kawasan ini seharusnya bisa dijadikan tempat pembelajaran dan wisata bagi masyarakat dan pelajar. Kawasan ini berfungsi untuk pengembangan sektor pertanian, perikanan dan peternakan.

“Sangat disayangkan,  jika kawasan agropolitan yang akan kita bangga-banggakan tidak terawat seperti ini. Ditambah lagi dengaan akses dan infrastrukturnya sangat memprihatinkan,” kata Harno saat meninjau Kawasan Agropolitan Pulekerto Gandus, Kamis (21/8).

Melihat kondisi itu, politisi Partai Demokrat ini mengatakan, pihaknya segera menyuntikkan Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai  Rp 19 miliar. Dana ini dapat digunakan untuk memperbaiki infastruktur, dan kawasan agropolitan yang terbengkalai   dapat hidup dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

“Dengan kucuran DAK tersebut, yang pertama infrastruktur harus diperbaiki. Dengan demikian kawasan agropolitan dapat diakses. Pola agropolitan menjadi tempat wisata dan bermanfaat luas bagi ilmu pengetahuan dapat terwujud,” katanya kepada wartawan.

Selain meminta perbaikan kawasan agropolitan, Plh Walikota Palembang tersebut memerintahkan DP2K terus mengembangkan taman kupu-kupu yang saat ini menjadi kebanggaan masyarakat Kota Palembang.

“Taman kupu-kupu agar dapat dikembangkan lebih baik lagi, dan tambah spesies kupu-kupunya, sehungga manfaat taman kupu-kupu sebagai tempat penelitian dan wisata, dapat benar-benar dimanfaatkan masyarakat,” Tukasnya.

Sementara itu, Kepala dinas DP2K Kota Palembang Harrey Hadi mengatakan, kawasan agropolitan gandus tersebut pernah terkena banjir siklus lima tahunan sehingga terendam. Kondisi tersebut membuat pihaknya mengalami kesulitan. Dampaknya perawatanan sempat terhambat dan terkesan kurang terawat.

“Sudah coba kita perbaiki dan mudah-mudahan tidak banjir lagi,” Tuturnya..

Menurut Harrey, pihaknya mendorong agropolitan gandus menjadi kawasan strategis dan menjadi integrated farm, dimana pertanian, perikanan dan perternakan bisa terintegrasi.

“Kita lihat tadi banyak kolam-kolam. Tentu kita akan kembagkan lagi. Kita pijah calon induk ikan seperti patin, gurame dan lele. Untuk awal, calon iduk ikan yang bersertifikat kita beli. Kita kembangkan dan nantinya bisa dijadikan tempat pembibitan unggul ikan dan bisa dimanfaatkan masyarakat,” Imbuhnya.

Di tempat tersebut juga ada water treatment sehingga dapat digunakan dengan sebaik-baiknya. Kawasan agropolitan juga, jelas Harrey, harus terintegritas dengan tanaman hortikultura atau buah-buahan. Dengan harapan bisa menjadi kawasan percontohan.

“Kita mendapatkan bantuan dana DAK dan ini sangat bermanfaat. Sekarang kita susun programnya untuk tahun 2015. Dengan harapan tempat itu bisa menjadi percontohan dan bila ada orang mau belajar tentang perikanan, pertanian dan perternakan orang bisa belajar disana,” katanya.

 

TEKS   : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR   : SARONO P SASMITO




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *