Jaminan Pensiun, Magnet jadi CPNS

Ilustrasi

Ilustrasi

INDERALAYA – Animo masyarakat Ogan Ilir  (OI) yang ingin menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), saat ini masih tinggi. Jaminan pensiun, tunjangan jabatan nampaknya menjadi magnet untuk menjadi abdi negara.

Hal itu dilihat dari banyaknya pelamar CPNS yang menyerbu sejumlah Warung Internet (Warnet), untuk mendaftar CPNS sejak pemerintah pusat mengumumkan pendaftaran melalui internet pada 20 Agustus lalu.

Tak ayal, warnet baik yang ada di Inderalaya, maupun  pelosok desa selalu dijejali para pelamar CPNS. Penghasilan pemilik warnet pun meningkat. Iradi (25), warga Indralaya mengungkapkan, meski pada penerimaan CPNS tahun 2013 gagal, dirinya masih terus mencoba mengadu nasib pada

penerimaan CPNS 2014 meski harus ke luar Ogan Ilir.

“Ya, Mas, tahun lalu ikut tes kerap gagal di OI gagal. Tapi saya mau coba di daerah lain. Informasi di Kabupaten PALI, Musirawas ada, makanya saya mau daftar melalui internet,” ujarnya, Minggu (24/8).

Dirinya beralasan, menjadi abdi negara, ada penghasilan tetap dan ada jaminan yang juga didapat. “Selain itu, ada juga tunjangan jabatan. Itulah makanya saya mau ikut CPNS meski kerap gagal,” akunya polos.

Ia menambahkan, pendaftaran melalui internet dinilai ada kelemahan. Misalnya, kerap laman tersebut error dan kerap tidak bisa di akses. Menurutnya, hal itu menjadi kendala saat mendaftar.

“Memang ada kelebihan jika lewat internet. Tapi kelemahannya, sering error dan tidak bisa diakses. Sudah berkali-kali gagal terus. Ini saja saya hampir empat kali ganti warnet,” ungkapnya yang ingin melamar di formasi pendidikan.

Hal senada juga diungkapkan Ayu. Menurutnya, menjadi CPNS sudah diinginkannya sejak lulus kuliah 2008 lalu. “Banyak enaknya Mas. Lihat di berita ada pendaftaran melalui internet, saya langsung akses meski sering laman tersebut tidak bisa diakses,” singkatnya.

Sementara itu, Rita, operator warnet di KM 32,  Kelurahan Timbangan, mengatakan, sejak diumumkannya pendaftaran penerimaan  CPNS di beberapa daerah melalui internet, warnet tersebut setiap harinya selalu dipenuhi pelamar CPNS.

Bahkan, lanjutnya, pelamar CPNS sampai larut malam di dalam warnet hanya sekedar untuk mengakses pendaftaran. “Malam hari juga banyak pelanggan yang juga pelamar CPNS masih mengakses. Informasinya tidak hanya satu lamaran,” paparnya.

Rita mengaku, penghasilannya meningkat tajam sejak dibukanya pendaftaran CPNS. “Alhamdulillah, omzet bisa mencapai Rp1,5juta-Rp2 juta sehari. Sebelumnya hanya Rp500 ribu hingga Rp700 ribu. Meskipun ada sebagian anak-anak yang main game,” ujarnya.

Kepala BKD Ogan Ilir, Darjis mengaku untuk Kabupaten Ogan Ilir memang belum ada pembukaan, karena pihaknya hingga saat ini masih menunggu formasi dari pihak pusat.

“Ogan Ilir memang belum ada, tidak tahu kalau daerah lain, sebagian mungkin sudah ada yang buka. Yang pasti tahun ini kita menerima 85 CPNS ditambah sisa honorer (K2) Kategori dua. Tidak tahu berapa jumlahnya, kita berharap bisa diterima semua K2 yang tersisa,” singkatnya.

 

Teks  : Junaedi Abdillah

EDITOR  : SARONO P SASMITO




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *