Dua Spesialis Pencuri Ternak Didor

Dua Spesialis Pencuri Ternak Didor

Rusadi dan Heri, dua spesialis pencuri ternak sapi ditembak petugas saat berusaah kabur saat hendak ditangkap, Sabtu, lalu.| Dok KS

INDERALAYA – Sepak terjang Rusadi, spesialis pencuri ternak di wilayah Inderalaya Ogan Ilir (OI), dan sekitarnya terhenti setelah dua peluru anggota Satreskrim Polres OI bersarang dikedua kakinya.

Warga Dusun 3, Desa Ulak Bedil, Kecamatan Indralaya, ini dibekuk disebuah kafe di Desa Segayam, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Sabtu (23/8), sekitar pukul 02.00 WIB. Selain Rusadi, petugas juga menembak dua kaki tersangka Heri Irawan, warga warga Desa Sakatiga, Indralaya, Ogan Ilir, rekan Rusandi yang kerap bertugas mengangkut sapi-sapi yang sudah di potong oleh tersangka untuk di jual.

Sementara satu pelaku lain JO, berhasil kabur saat hendak ditangkap. Dari tangan tersangka, petugas menyita satu buah tambang yang diduga untuk menjerat sapi, dua bilah pisau tajam dan satu putas untuk meracuni sapi.

Informasi yang didapat, petugas mendapat informasi jika tersangka Rusadi berada di Desa Segayam tidak jauh dari kafe bersama rekan-rekannya.

Di kafe tersebut, tersangka sedang mengatur rencana untuk kembali beraksi mencuri sapi. Mendapat informasi, petugas dipimpin langung Kasatreskrim AKP David Sidiq dan Kanit Pidum Ipda Marwan  meluncur ke lokasi.

Petugas yang mengenali tersangka lantaran kerap lolos saat ditangkap langsung melakukan penggrebekan. Melihat petugas datang, ketiganya langsung lari kocar kacir.

Tidak ingin buruannya lepas, petugas melepaskan tembakan ke udara. Sayang, para tersangka tidak menghentikan pelariannya. Petugas langsung mengarahkan tembakan ke kaki tersangka Rusadi dan Heri. Keduanyapun langsung tersungkur.

Sayangnya, satu tersangka lagi berhasil kabur ke semak-semak yang ada di belakang kafe tersebut. Keduanya langsung digiring ke Mapolres OI bersama barang bukti.

Kapolres OI, AKBP Asep Jajat Sudrajat melalui Kasatreskrim AKP David Sidiq didampingi Kanit Pidum Ipda Marwan mengatakan, tersangka Rusadi merupakan target operasi polisi dalam kasus pencurian sapi.

“Tersangka Rusadi dikenal licin, dan sudah banyak laporan kehilangan. Dia (Rusdi), pemain spesialis pencurian sapi,” ungkap Kasat.

Kasat menambahkan, modusnya, jika sapi berada di luar kandang, maka tersangka menggunakan racun putas. “Setelah mati, sapi diseret lalu dipotong menjadi beberapa bagian lalu dijual ke pasar. Kalau sapi ada di kandang, maka sapi itu akan dijeratnya lalu dipotong. Tersangka diancam pasal 363 tentang pencurian dan kekerasan dengan ancaman di atas 5 tahun penjara,” bebernya.

Sementara itu, terangka Rusadi mengaku, dirinya kerap melakukan pencurian sapi di berbagai tempat.

“Ya, saya yang maling sapi di Desa Tanjung Baru, 2 ekor, Desa Tanjung Tambak 2 ekor dan Desa Transat 2 ekor. Total ada enam ekor. Sapi saya jual Rp40 ribu perkg di Prabumulih,” akunya.

Sedangkan tersangka Heri mengaku, dirinya tidak ikut beraksi melainkan hanya menunggu di kendaraan.”Saya di mobil Mas, kalau sapi itu sudah dipotong, lalu dibawa ke mobil langsung kita jual,” singkatnya.

 

Teks : Junaedi Abdillah

EDITOR  : SARONO P SASMITO

 

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *