Dicurigai Sebagai Mata-mata, Wartawan Dikeroyok DPO Polisi

Ilustrasi | Ist

Ilustrasi | Ist

MUARA ENIM – Said Yusuf, salah satu wartawan dari surat kabar mingguan di Muaraenim, bernasib sial. Ia dikeroyok oleh kawanan orang yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Kepolisian Resort (DPO) Muaraenim, Sabtu (23/8) di depan rumah dinas Wakil Bupati Muaraenim.

Akibat pengeroyokan itu, Said mengalami luka memar pada bagian kening dan tangan sebelah kiri. Kejadian itu, dilaporkannya ke Polres Muaraenim dengan bukti lapor No. LP/B1-413/VIII/2014/Sumsel/Res M.Enim dan diterima oleh Kepala Unit SPK Terpadu Polres Muaraenim,  Aiptu Binsar Pangaribuan.

Kepada wartawan, Said mengaku kejadian berawal saat ia mendapatkan telepon dari Dodi Ansori, yang merupakan DPO Polres Muaraenim. Dodi mengajaknya bertemu sekitar pukul 10.30 WIB di depan rumah dinas Wakil Bupati Muaraenim.

Dengan mengendarai sepeda motornya, Said tanpa curiga langsung menuju lokasi pertemuan tersebut. Namun begitu sampai di lokasi, sepeda motornya disalip oleh Dodi yang saat itu mengendarai mobil merek Toyota Avanza bersama anaknya dan temannya Dedi serta Angga.

Dodi yang turun dari mobilnya, langsung melabrak Said karena dimata-matai oleh Said Mendengar tuduhan itu, Said pun bereaksi dan mengelak serta membantah kalau ia informan polisi. “Dia menuduh aku informan polisi dan memata-matai ia, karena statusnya DPO Polres Muaraenim,” ungkap Said, Minggu (24/8).

Namun Dodi masih tidak terima dengan pembelaan korban, ia pun menuju mobil dan mengajak rekannya, sambil membawa stik golf. Tanpa bicara banyak, ketiganya langsung mengeroyok Said dengan dipukul memakai stik golf itu.  “Kalau pukulan itu banyak, tapi saya berhasil menghindar. Akhirnya, dahi dan tangan kiri saya jadi sasaran stik golf,” terang dia.

Selagi ada kesempatan ucap Said, ia berhasil lari dari kepungan Dodi Cs. Ia berlari sejauh 300 meter dari Tempat Kejadian Perkara (TKP), namun para pelaku kembali mengejarnya. “Saya meminta pertolongan warga sekitar. Ketika ada warga yang keluar, akhirnya mereka melarikan diri,” tukasnya.

 

TEKS          : SISWANTO

EDITOR         : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *