Besok, Kejati Terima Tersangka Tipikor Cetak Sawah

Ilustrasi

Ilustrasi

PALEMBANG – Hari ini, Senin (25/8) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus), unit tindak pidana korupsi (Tipikor) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel) menyerahkan Madian, tersangka tipikor cetak Sawah Dinas Pertanian dan Peternakan (DPP) Banyuasin ke kejaksaan tinggi (Kejati) Sumsel.

Hal ini dijelaskan oleh Direktur Ditreskrimsus Polda Sumsel, Kombes Pol Eddy Purwatmo, melalui Kasubdit III Ditreskrimsus Polda Sumsel, AKBP Imran Amir, mengatakan berkas perkara terhadap Madian sudah dinyatakan lengkap oleh pihak kejaksaan sejak Jumat (15/8).

Setelah itu, Ditreskrimsus Polda Sumsel selaku penyidik perkara ini berembuk dengan pihak Kejati Sumsel terkait kapan Madian dan barang bukti akan diserahkan ke Kejati Sumsel.

“Kita lalu sepakat menyerahkan Madian dan barang bukti ke Kejati Sumsel Senin (25/8). Semoga saja semua lancar dan tidak ada penundaan,” kata Imran, Minggu (24/8).

Adapun barang bukti yang akan dilimpahkan ke Kejati Sumsel, lanjut Imran, adalah dokumen dan beberapa berkas terkait kasus tersebut. Sedangkan untuk barang bukti dalam bentuk harta benda Madian, belum ada yang disita. Tidak menutup kemungkinan, harta benda Madian bisa disita Kejati Sumsel.

Terkait penyerahan tersangka dan barang bukti, Imran mengaku sudah melayangkan panggilan kepada Madian untuk datang ke Mapolda Sumsel Selasa (26/8) nanti. Panggila hanya berisikan agenda pemeriksaan dan belum diberitahukan terkait penyerahan tersangka dan barang bukti ke pihak kejaksaan.

Imran berharap, Madian memenuhi panggilan. “Sebelum kita limpahkan, kita masih akan memeriksa Madian. Begitu nanti ditangani Kejati Sumsel, penyidik sudah tidak berwenang ikut campur,” kata Imran.

Saat disinggung akankah ada tersangka baru dalam kasus cetak sawah, Imran mengatakan itu mungkin saja ada. Hanya saja, untuk kepastiannya, harus dilihat dari fakta persidangan nanti.

“Sejauh ini belum ada nanti kita tunggu fakta di persidangan berdasarkan keterangan Madian nanti. Kalau memang ada saksi yang dinilai terlibat dalam kasus ini maka akan dipanggil Ditreskrimsus Polda Sumsel untuk dimintai keterangan,” kata Imran.

Seperti diketahui, kasus dugaan tipikor proyek cetak sawah DPP Banyuasin muncul setelah penyidik Polres Banyuasin menduga adanya penyunatan dana proyek.

Dana itu, dari hasil pemeriksaan, tidak sesuai dengan fungsinya hingga merugikan negara senilai Rp 3,32 miliar itu. Proyek ini menggunakan anggaran APBN program Bansos 2012 senilai Rp 18 miliar. Madian sendiri, saat kasus ini ada, menjabat sebagai Kepala DPP Banyuasin.

 

TEKS   : Oscar Ryzal

EDITOR  : SARONO P SASMITO




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *