Gelar Perkara Mantan Walikota Palembang Ditunda

Eddy Santana Putra ( Ketua PDIP Sumsel )

Eddy Santana Putra ( Mantan Walikota Palembang )

PALEMBANG – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan Sumsel), batal melakukan gelar perkara kasus penganiayaan, yang diduga dilakukan oleh tim sukses mantan Walikota Palembang Eddy Santana Putra (ESP), lantaran terkendala putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait Pilres.

Hal ini dikatakan oleh Kasubdit I Ditreskrimum Polda Sumsel, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Sutriyo, ia mengatakan penundaan dikarenakan sebagian anggota Subdit I Ditreskrimum Polda Sumsel ikut dilibatkan dalam pengamanan di wilayah Sumsel terkait sidang putusan MK.

Akibatnya, gelar perkara yang sudah dicanangkan jauh-jauh hari terpaksa ditunda. “Betul, pekan ini kita mengagendakan gelar perkara ESP dan Husin. Namun, gelar perkaranya ditunda karena kita sibuk dalam pengamanan di Sumsel terkait putusan MK Pilpres 2014,” kata Sutriyo, Kamis (21/8).

Dijelaskan Sutriyo, pihaknya sudah melayangkan saksi ahli terkait perkara ini. Saksi ahli yang dipanggil berasal dari Universitas Sriwijaya dan ahli pidana. Keterangan saksi ahli akan diambil sebelum gelar perkara dilaksanakan. Namun, ini pun ditunda perihal pengamanan sidang putusan MK.

Sutriyo pun belum tahu kapan pihaknya akan mengadakan gelar perkara dan memintai keterangan saksi ahli. Ia baru bisa membentuk jadwal begitu putusan MK terkait Pilpres 2014 sudah diketahui.

Dalam gelar perkara nanti, beber Sutriyo, seluruh hasil pemeriksaan akan dibeberkan kepada pelapor dan terlapor. Setelah itu barulah apakah ada tersangka atau tidak dari laporan Husin ini. Juga tidak menutup kemungkinan, akan dikeluarkan Surat Pemberitahuan Pemberhentian Penyidikan (SP3) terkait perkara ini.

Sebelum lebaran, tepatnya Jumat (25/7), Subdit I Ditreskrimum Polda Sumsel sudah mengambil keterangan terhadap ESP. Itu merupakan pemeriksaan perdana sekaligus terakhir terhadap mantan orang nomor satu di Palembang itu.

Jauh sebelum pemeriksaan terhadap ESP, beberapa saksi yang diduga mengetahui kejadian ini juga sudah dimintai keterangan sebagai saksi. Husin sendiri diperiksa beberapa saat usai membuat laporan di SPKT Mapolda Sumsel.

Seperti diketahui, Husin melaporkan pengeroyokan di kantor PDI-P di Jalan Basuki Rachmad yang menurutnya dilakukan oleh ESP dan beberapa rekan ESP. Pengeroyokan dilakukan setelah Husin meminta sejumlah uang kampanye yang dijanjikan ESP akan diganti.

 

TEKS   : Oscar Ryzal

EDITOR  : SARONO P SASMITO




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *