Diduga Kibarkan Bendera ISIS Kantor HTI Palembang Digrebek

Ilustrasi Militan Pembrontak ISIS | Ist

Ilustrasi Militan Pembrontak ISIS | Ist

PALEMBANG – Isu dan gerakan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) terus merebak di mana-mana. Tak terkecuali di Kota Palembang. Diduga dengan sengaja mengibarkan bendera ISIS,  anggota kepolisian dan TNI AD menggerebek Kantor Sekretariat Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Palembang, Jum’at (22/8) pukul 14.00 WIB.

Digerebeknya kantor HTI yang berada di Jalan Kolonel H Barlian, Lorong Sukabakti Kelurahan Sukarami Kecamatan  Sukarami Palembang itu, karena pihak kepolisian mendapatkan adanya Short Message Service (SMS) dari masyarakat, yang mengatakan kalau di kantor tersebut berkibar bendera ISIS.

Begitu didatangi petugas kepolisian dan TNI AD. Rupanya, bendera yang dikira benda ISIS itu adalah bendera milik HTI. Namun, untuk mencegah kejadian serupa terulang, aparat meminta HTI melepas bendera tersebut.

Menurut warga setempat, mereka tidak pernah mencurigai bendera itu milik ISIS. Mereka tahu, bendera hitam bertuliskan bahasa Arab itu memang milik HTI Palembang dan Sumsel karena sudah lima tahun beroperasi di kawasan itu.

“Kita tidak ada yang curiga dengan bendera itu karena memang sudah lama di sini. Mungkin, ada warga di tempat lain yang menduga itu bendera ISIS,” kata Muklis, warga setempat.

Ketua RT 02, Fauzi, mengatakan memang sudah lama HTI Palembang dan Sumsel menempati rumah itu. Ia dan warganya tidak pernah merasa resah akan adanya bendera HTI berwarna hitam. Ia menduga, warga luarlah yang curiga bendera hitam itu milik ISIS.

“Mencegah terulang kembali, saya meminta HTI Palembang dan Sumsel melepas bendera yang berwarna hitam. Setidaknya hingga kondisi kembali kondusif,” kata Fauzi.

Syaiful, Ketua HTI Palembang, mengatakan ini kejadian wajar mengingat ISIS sedang marak-maraknya diberitakan. Terlebih, bendera hitam milik HTI sepintas sedikit menyerupai bendera ISIS.

“Namun, bendera hitam ini memang salah satu identitas HTI, selain yang warna putih dan merah. Kami juga sudah mendaftarkan ini ke Kesbangpol Sumsel,” kata Syaiful.

Untuk sementara, Syaiful akan melepas bendera tersebut. Namun, ia akan kembali memajang bendera itu karena memang sudah menjadi identitas HTI. Selain itu, warga yang bermukim di sana tidak diresahkan dengan keberadaan bendera itu.

Pantauan di lapangan, bendera hitam yang semula ditanamkan di depan kantot HTI Sumsel dan Palembang sudah dilepaskan. Menurut warga setempat, pelepasan dilakukan saat aparat Polri dan TNI AD mendatangi lokasi tersebut.

Bendera yang dilepas disimpan di dalam gudang kantor. Bendera hitam yang dikatakan mirip bendera ISIS terdapat tulisan Arab berupa kalimat dua kalimat syahadat. Ini berbeda dengan bendera ISIS, baik dari kalimat dan struktur penulisanya.

 

TEKS   : Oscar Ryzal

EDITOR  : SARONO P SASMITO




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *