BLH Batal Tinjau Pencemaran di Penyandingan

blh

BANYUASIN – Komitmen Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Banyuasin, untuk mengecek pencemaran lingkungan dan udara yang dikeluhkan warga di Desa Penandingan, Kecamatan Rantau Bayur, Kabupaten Banyuasin, ternyata setengah hati.

Pasalnya, janji BLH untuk melihat langsung dampak lingkungan yang terjadi akibat aktifitas PT EPI, perusahaan pengelolaan batubara tersebut, dibatalkan. Alasannya, perusahaan itu bukan berada di Kabupaten Banyuasin namun di Kabupate Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

“Ya, kami membatalkannya. Kami perlu berkoordinasi dulu dengan BLH Sumsel. Sebab, perusahaan itu, bukan di Banyuasin tetapi di PALI,” kata Kepala BLH Kabupaten Banyuasin, Mardian melalui Kepala Seksi (Kasi) Penegakan Hukum Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat (PHL & PM), Imron saat dihubungi melalui ponselnya, Jumat (22/8).

Batalnya rencana peninjauan yang dilakukan BLH Banyuasin itu, tak pelak membuat masyarakat Desa Penandingan yang merasakan dampak pencemaran merasa kecewa. Ansori, salah satu Kepala Dusun (Kadus) di Desa Penandingan saat dihubungi melalui handphone (HP) nya mengaku, masyarakat sangat kecewa dengan peninjauan yang dilakukan BLH itu.

“Kami kecewa, padahal sebelumnya mereka sudah menghubungi saya untuk melihat langsung pencemaran yang terjadi. Awalnya mereka berencana akan meninjau pencemaran itu, Rabu lalu tetapi dibatalkan,” terang Ansori.

Sebenarnya sebut Ansori, warga sangat berharap dari hasil sidak itu ada solusi yang bisa diberikan BLH untuk mengatasi tercemarnya lingkungan warga. “Saya bingung, kenapa itu batal dilaksanakan. Padahal warga sini, sudah sangat berharap dengan adanya tim BLH,  tidak lagi terjadi pencemaran,” imbuhnya

Sebagai informasi, diberitakan Kabar Sumatera sebelumnya, PT EPI, perusahaan pengelolaan batubara yang berada di Desa Perapat, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), diduga telah mencemari lingkungan di Desa Penandingan, Kecamatan Rantau Bayur, Kabupaten Banyuasin.

Selain telah mencemari udara dan air, aktivitas perusahaan yang keberadaannya kurang lebih 400 meter dari pemukiman warga tersebut, membuat warga tidak bisa tidur nyenyak. Menurut Ansori,  warga sudah melayangkan surat ke PT EPI.

Namun sampai saat ini, belum juga ada tanggapan dari perusahaan tersebut. “Aktivitas perusahaan itu, sudah mencemari lingkungan kami baik air maupun udara. Pencemaran itu disebabkan, debu-debu batubara yang beterbangan,” jelasnya.

Saat ini jelasnya, genteng rumah warga sudah berubah warna dari semula bewarna merah menjadi hitam akibat debu batubara. Selain itu bebernya, warga juga tidak bisa tidur nyeyak karena kuatnya suara dari aktivitas perusahaan.

Dijelaskannya, perusahaan tersebut memang masuk di wilayah Kabupaten PALI. Namun lokasi perusahaan dengan pemukiman warga, hanya dipisahkan sungai dan berjarak sekitar 400 meter, dampak polusi dari perusahaan tersebut seperti polusi udara, air dan kebisingan juga dirasakan warga.

 

TEKS         : DIDING KARNADI

EDITOR         : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *