Waspadai Calo Penjual Darah

Ilustrasi | Ist

Ilustrasi | Ist

PALEMBANG – Miris dan memprihatinkan.  Begitulah yang terjadi berkaitan dengan kebutuhan darah bagi masyarakat Palembang. Ketika ada di antara masyarakat yang dalam kondisi terjepit membutuhkan bahan vital tersebut, ternyata masih ada juga oknum yang mencari kesempatan dalam kesempitan tersebut.

Hal itu terbukti,  Palang Merah Indonesia  (PMI) Palembang memecat tiga anggota yang terbukti melakukan praktik jual beli darah kepada masyarakat.

“Kami telah bertindak tegas dengan memecat tiga orang oknum anggota PMI terbukti melakukan praktik jula beli darah,” kata Direktur Unit Donor Darah (UDD) PMI Palembang Anton Suwindro, Senin lalu.

Menurut dia, pemecatan dilakukan karena oknum anggota PMI telah menyalahi ketentuan menjualbelikan darah. Padahal menjualbelikan darah merupakan tindakan yang dilarang secara tegas bagi anggota PMI, tambahnya.

Ia mengatakan, berdasarkan penelusuran yang telah dilakukan oknum menjual darah sekitar Rp400  ribu per kantong.
Hal itu, tentu menyalahi ketentuan karena darah yang dihasilkan dari donor dan dihimpun PMI hanya diberikan dengan menganti biaya transfusi sebesar Rp250 ribu per kantong, katanya.

Dia menjelaskan, pihaknya akan berupaya optimal melayani kebutuhan masyarakat  akan darah dari berbagai golongan dan jenis.

Tentunya, pelayanan memenuhi kebutuhan darah itu sesuai ketentuan tanpa ada unsur jual beli dan bagi pasien miskin tidak dibebankan dana sepeser pun, ujarnya.

Anton menambahkan, masyarakat juga diimbau untuk datang langsung ke PMI ketika membutuhkan darah jangan melalui calo.

Karena selama ini, diketahui banyak calo yang berkeliaran menawarkan. darah kepada pasien yang membutuhkan, tambahnya.

 

TEKS   : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR  : SARONO P SASMITO




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *