SFC Lupakan ‘Luka’ dari Gresik

Subangkit saat Sesi Latihan SFC | Dok KS

Subangkit saat Sesi Latihan SFC | Dok KS

PALEMBANG – Setelah mengalami kekalahan yang memalukan dari gresik kediri, Pelatih Sriwijaya FC, Subangkit meminta penggawa Sriwijaya FC untuk melupakan kekalahan tersebut dan memiliki motivasi tinggi untuk melayani permainan Singo Edan akhir pekan ini di stadion Kanjuruhan Malang.

Menurut Subangkit,  motivasi dalam pertandingan itu sangat dibutuhkan oleh sebuah tim untuk meraih hasil yang maksimal. Bahkan kekalahan telak 3-0  dari  Gresik United, Rabu malam (20/8), salah satunya disebabkan karena motivasi anak asuhnya seperti hilang usai dikalahkan Persijap Jepara beberapa waktu lalu.

“Lawan Arema nanti kita akan tingkatkan motivasi pemain dan konsentrasi bertanding dalam waktu 90 menit,” kata Subangkit.

Subangkit mengharapkan anak didiknya tidak tenggelam dalam traumatik usai dikalahkan Gresik. Justru semangat dan motivasi harus tetap ada meski peluang untuk lolos ke delapan besar semakin tipis.  “Kekalahan lawan Gresik itu jangan diingat lagi, motivasi anak-anak harus tetap tinggi menghadapi Arema,” kata Subangkit.

Menilik hasil laga malam itu,  kendati harus pulang tanpa poin,  namun SFC tidak kalah dalam hal penguasaan bola. SFC yang menyajikan permainan terbuka mulai menit awal, tak pernah lelah untuk menerobos benteng pertahanan Laskar Joko Samudro hingga laga berakhir. Hanya saja, pertahanan yang digalang Otavia Dutra masih teramat tangguh untuk ditembus Rishadi Cs yang dipercaya menjadi juru gedor kala itu.

“Kita menguasai pertandingan, bahkan kita banyak mendapat peluang. Tapi kita belum beruntung, tak satu pun peluang menjadi gol,” ucap Subangkit.

“Dalam sesi latihan sebelum lawan Arema, semua kekurangan ini akan kita benahi. Terutama motivasi jangan sampai menurun. Mental anak-anak harus tetap tinggi untuk mencuri poin di kandang Arema,” tegas Cak Su, sapaan akrab Subangkit.

Subangkit menyadari, kekurangan timnya ini salah satunya juga disebabkan, karena absennya sejumlah pilar di lini depan. Sehingga mempengaruhi daya gedor tim.”Kita memang tidak ada pemain depan, karena seperti  Kone tidak bisa main, Syakir cedera. Jadi penyelesaian kurang maksimal,” tutupnya.

 

TEKS : IQBAL

EDITOR : ROMI MARADONA




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *