PTBA “Hancurkan” Rumah Warga

ptba]

MUARAENIM – Warga RT 01 Bedeng Obak dan RT 02 Simpang Tiga, Dusun I, Desa Lingga, Kecamatan Lawang Kidul, kini resah. Pasalnya, akibat aktivitas blasting atau ledakan dinamit yang dilakukan PT Bukit Asam (PTBA) Persero Tbk, banyak rumah warga “hancur”.

Informasi yang dihimpun Kabar Sumatera, banyak dinding rumah-rumah warga yang rusak dan retak getaran dari ledakan dinamit yang digunakan dalam aktivitas blasting. “Aktifitas blasting sangat menggangu, karena sangat dekat dengan pemukiman dan membuat keretakan bangunan rumah. Dalam satu hari, blasting berlangsung sebanyak empat kali bahkan lebih. Itu dilakukan  sekitar pukul 12.00 WIB, sejak Mei lalu,” kata Kepala Desa Lingga, Herson didampingi Ketua RT 01, M Jonatan dan Ketua RT 02, Iskandar Karta,  Kamis (21/8).

Harusnya sebut Harson, kegiatan blasting yang dilakukan PT BA itu sudah dihentikan. Sebab dari hasil pemeriksaan Tim Balitas, keretakan permanen di rumah-rumah warga memang disebabkan kegiatan blasting. “Di Mei, keretakan bangunan rumah-rumah milik warga hanya nol koma, tetapi di bulan ini keretakannya semakin melebar sebab  blasting tidak dihentikan malah semakin sering,” terangnya.

Memang sebut Harson, sudah ada ganti rugi yang diberikan Asmen Bina Lingkungan PT BA terhadap warga yang rumahnya mengalami keretakan, pada 1 Agustus lalu. Namun apa artinya perbaikan rumah, bila masih terus dirusak oleh getaran dan dentuman blasting.

“Kampung kami ini, sudah ada sejak puluhan tahun lalu. Saat itu, lokasi penambangan batubara  masih sangat jauh dari pemukiman. Namun sekarang, sudah semakin dekat,” ujarnya.

Informasinya sebut Harson, sebanyak 47 unit rumah milik warganya yang mengalami dampak dari blasting pencarian batubara tersebut.  Selain itu, ada 70 unit rumah yang rusak akibat dinamit yang dimasukan kedalam 70 lubang dan diledakan secara berasamaan sehingga kekuatan getarannya, dirasakan sampai ke kantor pusat PT BA di Talang Jawa, Tj Enim.

“Hasil musyawarah warga, kami minta aktivitas blasting jangan menggunakan dinamit. Silakkan melakukan blasting, akan tetapi setiap satu kali dentuman blasting maka PT BA harus memberikan kompensasi Rp 500 ribu kepada warga yang rumahnya yang mengalami kerusakan,” ujarnya.

Sementara itu,  sampai berita ini diturunkan belum ada penjelasan dari PT BA. Sekretaris Perusahaan (Sekper) PT BA, Joko Pramono yang dihubungi melalui handphone (HP) nya, tidak diangkat walau pun ponselnya dalam keadaan aktif.

 

TEKS           : SISWANTO

EDITOR         : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *