PMI Palembang tak Berdaya Memberantas Calo Darah

pmi

Meski ulah calo darah yang berkeliaran di Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Palembang sudah terjadi sejak lama, namun petugas sepertinya kesulitan memberantasnya. Bahkan, hingga kini mereka masih gentayangan mendekati korbannya tanpa ada rasa takut.

Ketua PMI Cabang Palembang Anton Suwindro mengungkapkan, calo darah ini tidak setiap hari datang. Mereka baru beraksi saat ada isu stok darah kurang. Ia mengibaratkan, ada gula ada semut.

“Tidak setiap hari datangnya. Kalau stok darah kurang mereka baru berkeliaran,” ujarnya.

Meski calo ini kerap mengganggu, Anton yang juga menjabat Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang ini mengaku cukup sulit untuk memberantas keberadaan calo tersebut. Alasannya cukup klise yakni masalah ekonomi dan transaksinya dilakukan di luar areal PMI.

“Sudah berapa kali kami larang, tapi tetap saja tidak berpengaruh. Mereka ini cukup lihai, kalau diawasi, mereka transaksinya di luar tapi masih seputar PMI. Inilah yang menyulitkan untuk memberantasnya,” ungkapnya.

Seperti diketahui, calo darah di PMI Cabang Palembang kerap menjual darah di atas harga normal. Untuk sekantong darah, dihargai Rp 700 ribu. Padahal, harga resminya hanya Rp 250 ribu untuk semua jenis darah.

Dalam melakukan aksinya, calo darah ini biasanya berpura-pura membutuhkan darah juga, lalu membantu keluarga pasien, dan menawarkan diri sebagai pendonor. Namun, tawaran itu tidak gratis. Penerima harus merogoh kocek lebih dari harga resmi yang dijual di PMI.

Parahnya lagi, ada calo yang sengaja menjadi pendonor dan dijual. Ironisnya, calo ini menjadi pendonor sebulan sekali atau tidak sesuai waktu yang ditetapkan.

 

TEKS   : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR  : SARONO P SASMITO

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *