Kurang Perhatian, Disdik OKI Usul ke Pusat

pendidikan

KAYUAGUNG – Bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Ogan  Komering Ilir (OKI) sepertinya bisa bernapas lega. Sebab tahun ini Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mulai memperhatikan keberadaan SMK. Baik SMK negeri maupun swasta. Betuk perhatian itu dalam membantu fasilitas belajar di SMK yang sedang diusulkan ke  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan  (Kemendikbud).

Usulan bantuan ini terkait dengan peran SMK yang selama ini sudah banyak memberikan solusi dalam mempersiapkan para alumni yang siap kerja dengan berbagai keterampilan yang dimiliki. Namun faktanya, fasilitas di SMK kurang mendapat perhatian pemerintah ketimbang sekolah SMA.

Sehubungan dengan hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) OKI, Iskandar ZA, melalui Kabid SMP/SMA/ SMK, Sabbit S.Pd, kemarin mengatakan, tahun ini pihaknya akan menaikkan great SMK di OKI. Upaya yang telah dilakukan Disdik OKI dengan mengusulkan sejumlah sekolah SMK ke pemerintah pusat melalui Kemendikbud untuk mendapat bantuan fasilitas penunjang pendidikan. “Kita sudah usulkan bantuan untuk sejumlah SMK tahun ini,” ujar Sabbit.

Sabbit mangakui, keberadaan SMK di OKI ini sebanyak 20 sekolah. Namun selama ini perhatian terhadap SMK dinilai masih kurang dibanding SMA. Padahal menurut Sabbit, SMK dalam setiap tahun mengeluarkan alumni yang siap menghadapi dunia kerja. “Kita bukan membandingkan. Semua sekolah akan tetap kita perhatian. Namun sepertinya tahun ini untuk SMK akan menjadi prioritas utama,” kata mantan Kepala SMAN 2 Kayuagung ini.

Minim tenaga profesional

Lebih lanjut Sabbit mengatakan, keberadaan SMK di OKI masih jauh dari harapan. Hal ini disebabkan masih minimnya tenaga pengajar yang secara profesional  menguasai bidang jurusan khusus yang diajarkan di SMK. Akibatnya, jurusan yang ditawarkan di setiap SMK di OKI tidak mengalami perkembangan. Jurusan yang ada selama ini hanya berkutat pada Akuntansi, Otomotif, Ukir dan Audio Video.  “Kalau jurusan di SMK dikembangan sebenarnya bisa mencapai 150 jurusan. Namun itu tadi, kendalannya tidak adanya guru yang mampu menguasai suatu bidang dan jurusan itu,” ungkapnya.

Bila kemudian SMK di OKI akan mendatangkan tenaga pendidik dari luar, menurut Sabbit memerlukan dana yang tidak sedikit. “Apalagi kalau seluruh bidang jurusan harus diadakan. Tentu perlu anggaran yang tidak sedikit. Jadi intinya kembali ke hal tersebut, kami masih prioritas pada pembangunan fasilitasnya. Sementara di masa mendatang, untuk pengembangan pada jurusan yang baru masih perlu dipertimbangkan,” tandasnya.

 

TEKS   : DONI AFRIANSYAH

EDITOR  : IMRON SUPRIYADI

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *