ISIS Berpotensi Muncul di Lempuing, Dua Mantan Napi Teroris Diawasi

Militan ISIS | Foto : Nbcnews.com

Militan ISIS | Foto : Nbcnews.com

KAYUAGUNG – Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) diduga menjadi wilayah yang berpotensi memunculkan kelompok Islam radikal, seperti  kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS), meskipun sampai saat ini, pemerintah dan kepolisian belum mendeteksi  adanya  berkembangnya organisasi Islamic State of Irak and Syiria (ISIS) di wilayah itu.

Hal ini terungkap dalam kegiatan sosialisasi antisipasi perkembangan kelompok ISIS yang berlangsung di ruang rapat Bende Seguguk II Setda OKI, Kamis (21/8), yang dipimpin Wakil Bupati OKI, M Rifai.

Dugaan berpotensinya Kecamatan Lempuing sebagai wilayah yang memunculkan kelompok ISIS, berdasar pada penjelasan Camat Lempuing, Imam Tohari.  Dalam forum tersebut, Imam menegaskan, di Lempuing termasuk wilayah yang memiliki penduduk terbanyak, bahkan banyak penduduk pendatang terutama dari wilayah Jawa.

“Bukan hanya itu, di Lempuing banyak pondok pesantren (ponpes). Ada juga dua mantan narapidana teroris yang ditangkap Densus 88 pada 2008 lalu yakni Adi Sugandi  dan Sukarso, warga Desa Bumiarjo, Lempuing. Ia sudah bebas dan sudah beraktifitas di desa tersebut,” kata Imam.

Bahkan menurut Imam, saat ini Ponpes Al – Furqon Desa Bumiarjo, tempat mantan teroris tersebut belajar juga masih beroperasi. Imam menyebutkan, ada beberapa santri dari luar daerah yang belajar di ponpes tersebut.

“Di Lempuing juga ada beberapa kelompok faham Islam seperti kelompok MTA (Majelis Taklim Tafsir Qur’an) di Desa Tugu Jaya, dan lain-lain. Memang dua mantan napi itu belum tentu anggota ISIS, tetapi harus tetap diawasi,” ujar Imam.

Ditegaskan Imam, saat ini pihaknya bersama perangkat desa dan kepolisian terus memantau kegiatan dan memantau aktifitas kedua mantan napi kasus terorisme tersebut. “Beberapa hari lalu salah satu mantan napi teroris tersebut sempat ke Jakarta. Tetapi belakangan sudah kembali di Desa Bumiarjo dan beraktifitas seperti masyarakat yang lain. Kegiatanya tetap terus kita awasi termasuk aktifitas Ponpes Al-Furqon tersebut,” ungkapnya.

Kapolres OKI, AKBP  Erwin Rahmat dalam kesempatan itu mengatakan, dua mantan napi teroris tersebut tetap dalam pengawasan aparat kepolisian. “Saya sudah intruksikan Kapolsek Lempuing, agar terus memantau kegiatan dua mantan napi tersebut dan memantau aktifitas Ponpes Al-Furqon, dan berkoodinasi dengan aparat desa. Bukan hanya itu saja,  saya juga meminta seluruh kapolsek, Babinkamtibmas agar bisa mendeteksi dini potensi munculnya ISIS atau kelompok Islam radikal lainnya,” terang Erwin.

Sementara itu Dandim 0402 OKI, Letkol Arif Suryandaru, meminta kepada seluruh Danramil, Babinsa, Kapolsek, kades, kadus, agar mendeteksi  dini keberadaan ISIS di OKI. “Terutama Ponpes, harus dipantau jangan sampai ada ISIS masuk melalui ponpes,” tambah pintanya.

Sementara itu, Apriadi salah satu anggota Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), harus ada sosialisasi yang lebih jelas mengenai ciri-ciri  kelompok ISIS atau kelompok Islam radikal. “Jangan sampai di lapangan masyarakat salah faham atau salah menuduh kelompok. Sebab saat ini banyak kelompok dan faham, tetapi kelompok itu belum tentu ISIS. Disinilah harus ada sosialisasi ciri-ciri ISIS itu  seperti apa, supaya jelas,”  tukasnya.

 

TEKS         : DONI AFRIANSYAH

EDITOR        : IMRON SUPRIYADI

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *