DOB Muba Timur, Kian Menguat

Demonstrasi Pewakilan Masyarakat yang Mengunginka Terbentuknya Kab Muba Timur | Dok KS

Demonstrasi Pewakilan Masyarakat yang Mengunginka Terbentuknya Kab Muba Timur | Dok KS

Angin otonomi, sepertinya terus bergulir. Sampai akhirnya di Musi Banyuasin pun ikiut juga terhirup angin otonomi. Geliat sekelompok tokoh, akademisi, ulama dan kaum muda di Musi Banyuasin, menggulirkan ide membentuk Kabupaten MUBA TIMUR. Akankah terwujud?

——————————————

Rencana pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) Muba Timur terus bergulir bahkan terakhir telah mendapat banyak dukungan dari berbagai pihak.  Seperti telah kita ketahui bersama, geliat dan hasrat masyarakat Muba Timur yang terdiri dari komponen masyarakat di  6 (enam) kecamatan yaitu Sungai Lilin, Bayung Lencir, Lalan, Babat Supat, Tungkal Jaya dan Lalan tidak bisa terbendung lagi, untuk segera merealisasikan pemekaran kabupaten Muba Timur.

Dimulai dari rapat-rapat koordinasi antar tokoh masyarakat di enam kecamatan tersebut, akhirnya pada tanggal 24 Mei 2014 yang lalu resmi terbentuk Presedium DOB Muba Timur melalui sebuah deklarasi yang dihadiri oleh seluruh perwakilan kecamatan dari berbagai unsur dan terpilih secara aklamasi sebagai ketua presedium adalah Drs. H Asmara Hadi, SH, MHI,  seorang tokoh masyarakat sekaligus seorang dosen pada perguruan tinggi swasta.

Sejak itu, Presedium DOB Muba Timur sebagai pemegang amanat rakyat, gencar melakukan berbagai kegiatan dan program aspirasi masyarakat Muba Timur, seperti mempersiapkan segala syarat dan prasyarat DOB, mensosialisasikan dan melakukan studi banding, diskusi dan audensi ke berbagai institusi terkait dengan tujuan akhir terbentuknya kabupaten Muba Timur.

Puncaknya pada tanggal 18 Agustus 2014 yang lalu, presedium bersama ratusan masyarakat Muba Timur mendatangi gedung DPRD Musi Banyuasin dengan tujuan menyampaikan aspirasi masyarakat Muba Timur. Aksi murni Demo Damai tersebut menyampaikan 4 (empat) tuntutan pokok yaitu : (1) Meminta DPRD Muba untuk segera memberikan SK persetujuan bagi pemekaran DOB Muba Timur. (2) Mendesak Bupati Muba segera menyetujui pemekaran DOB Muba Timur, (2) Meminta pemerintah Muba segera menganggarkan dana untuk kegiatan DOB Muba Timur meminta  kepada DPRD Muba untuk mengadakan seminar terbuka tentang pemekaran DOB Muba Timur. “Tidak meratanya pembangunan, pelayanan publik yang lambat dan mahal, akses transpotasi yang buruk serta sarana dan prasarana publik yang tidak memadai adalah latar belakang dari desakan DOB Muba Timur” keluh ketua DOB Muba Timur Asmara Hadi.

Lebih lanjut Asmara mengatakan, dari aspek ekonomi pada tahun 2013 dengan APBD 3,7 triliun, masih terdapat 30% masyarakat hidup dibawah garis kemiskinan, ini terbukti minimal ada 500 keluarga per kecamatan yang menerima bantuan sosial dari Kementrian Sosial. Angka pengangguran pun terus meningkat akibat sempitnya lapangan pekerjaan dan minimnya SDM yang handal.

Aspek jalan yang buruk dan jarak yang jauh dari pusat pemerintahan mengakibatkan mahal dan lambatnya pelayanan publik, sebagai contoh masyarakat kecamatan Lalan harus menempuh jarak sejauh 350 KM atau hampir 8-9 jam perjalanan untuk menuju ibukota kabupaten (Sekayu)” ungkap Asmara Hadi.

Desentralisasi memberikan peluang seluas-luasnya kepada rakyat untuk membentuk Daerah Otonomi Baru sebagimana yang tercantum dalam amanat UU No. 12 tahun 2008 sebagai revisi dari UU No. 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan PP No. 78 tahun 2007 tentang Tata Cara Pembentukan DOB, hal itu yang mendorong kami (presedium dan masyarakat Muba Timur) akan terus berjuang sampai terbentuk Kabupaten Muba Timur,” pungkas Asmara.

Aksi murni demo damai, akhirnya berjalan mulus setelah salah satu anggota dewan DPRD Muba Darwin AH SH yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi II DPRD Muba, mau menerima sekaligus ikut naik ke panggung orasi.

Kami akan menampung dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat, tentu dengan meninjau kembali aturan yang berlaku yang terkait dengan pemekaran suatu wilayah, karena negara adalah negara hukum yang segala sesuatunya tentu melalui mekanisme dan aturan yang ada” pekik Darwin dari panggung orasi.

Presidium dan perwakilan beberapa tokoh masyarakat akhirnya diterima oleh DPRD Muba guna menyampaikan aspirasinya yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Muba Ir. H. Uzer Effendy, MS.

Dalam rapat dengar pendapat antara pimpinan dan anggota DPRD Muba dengan Presedium Muba Timur dan perwakilan masyarakat Muba Timur tentang tuntutan pemekaran Kabupaten Muba Timur tersebut, menghasilkan 2 (dua) kesimpulan yaitu : (1) DPRD Kab. Muba akan menindaklanjuti dan mengkaji tentang tuntutan dari presedium pemekaran Muba Timur (2) Pada tanggal 03 September 2014 Pimpinan DPRD Muba akan mengadakan rapat dengan pimpinan fraksi-fraksi DPRD Kab. Muba.

“Perjuangan masih panjang, dibutuhkan bantuan moril dan materiil dari segenap warga guna mewujudkan cita-cita mulia ini menuju kabupaten Muba Timur yang makmur, Merdeka!” pekik ketua presedium Asmara Hadi.

 

TEKS  : BGZ (MUSIBANYUASIN)

EDITOR  : IMRON SUPRIYADI

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *