Ada “Pat Gulipat” di PAN ?

partai-pan

PALEMBANG – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN), memecat lima Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) partai tersebut. Kelima Ketua DPD dimaksud yakni Ketua DPD PAN Muba Pahri Azhari, M Uzer (Prabumulih), Rudi Apriadi (Banyuasin), dan Sambas (Lubuklinggau).

Selain lima ketua DPD, partai berlambang matahari tersebut juga memberhentikan sejumlah kadernya yang berhasil merebut kursi legislatif dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) lalu, diantaranya Lucianty Pahri dan  Mardiansyah.

Kisruh di partai tersebut dinilai pengamat politik dari Universitas Sriwijaya (Unsri), Febrian, dicurigainya sebagai konspirasi atau istilah lainnya ada pat gulipat. Namun ia berharap, itu tidak benar.

Kecurigaan Febrian ini, karena melihat adanya pergantian caleg terpilih. Misalnya Mardiansyah yang terpilih sebagai anggota DPRD Sumsel periode 2014-2019 dipecat sebagai kader sehingga kursi nya di dewan Sumsel diserahkan ke Yudi Farola Bram. Anehnya, Yudi F Bram pada Pileg lalu, adalah caleg PAN yang maju bertarung di Palembang.

Pergantian itu sebut Febrian, bisa memancing kericuan. “Bukan hanya caleg terpilih yang dipecat tersebut yang kecewa, masyarakat yang mendukung caleg tersebut tentu juga akan kecewa. Memang boleh caleg terpilih diganti, dari dapil berbeda namun harus dapil terdekat. Penggantian itu pun, harusnya hanya boleh dilakukan jika caleg itu melakukan tindakan indisipliner.

Dirinyapun menyayangkan  dari ke enam nama caleg yang maju di dapil 9, kelimanya dilakukan pemecatan lantaran dianggap tidak loyal kepada Partai dan atas pertimbangan lain seperti kekalahan PAN pada Pilpres di Muba, serta pemecatan disebut-sebut lantaran mereka yang dipecat melanggar administrasi dan kepatutan.

Pahri Bakal Diperebutkan

Febrian juga menilai, dipecatnya Pahri Azhari, sebagai Ketua DPD PAN Kabupaten Muba merupakan preseden buruk bagi PAN. Sebab Pahri menurutnya, adalah salah satu kader PAN yang potensial dan mempunyai pengaruh besar, karena memiliki jabatan formal di pemerintahan yakni Bupati Musi Banyuasin (Muba).

“Saya nilai kepemimpinan Pahri, sebagai Ketua PAN Muba cukup berhasil. Itu ditunjukkan dengan kemenangan PAN di kabupaten itu. Memang itu otoritas DPP PAN, namun sangat sayang, “ ujarnya.

Febrian menyebut, walau dipecat dari PAN bukan berarti karir politik Pahri bakal mati. Bahkan menurut dia, Pahri bakal menjadi rebutan partai lain. Ia memprediksi Pahri bakal melompat ke PDI Perjuangan, NasDem atau Partai Keadilan Sejahtera (PKS), atau partai lain yang sepaham dengannya.

“Saya kira Pahri, akan jadi rebutan partai lain. Apalagi ia punya peluang mencalonkan diri di Pemilukada Sumsel 2018 mendatang, “ tegasnya.

Sebelumnya,  Yudi F Bram, kader PAN yang ditunjuk menggantikan salah satu caleg terpilih di DPRD Sumsel yang dipecat yakni Mardiansyah mengaku ia hanya menjalankan tugas dari partai. “Kalau memang partai memberikan kepercayaan, saya siap melaksanakannya,” tukasnya.

 

TEKS          : ARDHY FITRIANSYAH

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *