Terlibat Pencurian Sapi, Kadus Siring Alam “Di dor”

Ilustrasi

Ilustrasi

INDERALAYA – Zarniadi (38), Kepala Dusun (Kades), II, Desa Siring Alam, Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir (OI), terpaksa dilumpukan dengan dua timah panas dikakinya oleh petugas Polsek Tanjung Raja saat hendak ditangkap, Rabu (20/8), dinihari sekitar pukul 01.00 WIB. Warga Desa Siring Alam, ini berusaha melawan saat hendak ditangkap

lantaran terlibat pencurian sapi.  Selain kadus, petugas juga menangkap dua rekannya, Jhon Kenedi (44), warga Desa Ulak Kerbau,Kecamatan Tanjung Raja dan Adenan (37), warga Desa Siring Alam, Kecamatan Tanjung Raja, Ogan Ilir.

Ironisnya, korbannya yakni Kepala Desa (Kades), Siring Alam, Mustamir (48), warga desa setempat. Sapi-sapi yang hilang tersebut ternyata bukan sepenuhnya milik kades, melainkan juga milik wartawan dan anggota polisi yang sengaja dititipkan kepada sang kades.

Informasi yang didapat, peristiwa tersebut terjadi pada Jumat, 11 Oktober 2013 silam. Di mana ketiganya mencuri dua sapi milik kades saat sapi tersebut berada di area perkebunan karet desa setempat.

Dalam mencuri sapi, ketiganya bukan membawa sapi hidup-hidup melainkan dipotong dan dagingnya dijual di Pasar Belimbing, Gelumbang.

Kades yang mengetahui aksi tersebut langsung melapor ke Polsek Tanjung Raja. Atas laporan tersebut, anggota terus melakukan penyelidikan dan pengembangan.

Anggota menyimpulkan jika otak pencurian tersebut yakni kadus setempat. Sekitar pukul 23.00 WIB, petugas mendapat informasi jika sang kadus berada di rumah.

Mendapat informasi tersebut, petugas langsung melakukan penangkapan di rumah kadus sekitar pukul 01.00 WIB. Sayangnya, saat hendak ditangkap, sang kadus melakukan perlawanan dan akhirnya ditembak di bagian kaki.

Berkat nyanyian kadus, petugas juga menangkap dua temannya yakni Jhon Kenedi dan Adenan. Ketiganya digelandang ke Polsek Tanjung Raja untuk menjalani pemeriksaan.

Kapolres OI, AKBP Asep Jajat Sudrajat melalui Kapolsek Tanjung Raja, AKP Zaldi membenarkan jika dirinya menangkap kadus dan dua rekannya lantaran terlibat maling sapi.

“Ya, ketiganya kita tangka Rabu, dini hari di rumahnya masing-masing. Untuk kadus terpaksa kita tembak lantaran melawan saat ditangkap. Pencurian tersebut terjadi pada Oktober 2013 silam, dan korbannya Kades setempat,” ucapnya.

Disinggung sapi-sapi tersebut milik wartawan dan polisi, Kapolsek menjelaskan, pihaknya masih mendalami siapa saja korban-korbannya. “Yang saya tau, sapi itu milik kades, tapi kalau sapi itu milik wartawan dan kades yang dititipkan di kades, kita masih dalami. Masih kita periksa saksi-saksi. Kita juga masih dalami apakah pelaku jaringan pencurian sapi,” ungkapnya.

Tersangka Zarniadi sang Kadus dan Jhon Kenedi saat ditemui di Polsek Tanjung Raja, mengelak jika dirinya disebut maling sapi. “Sapi itu suka merusak tanaman kita Mas, masuk ke kebun-kebun kami, jadi terpaksa kami potong dan kami jual di pasar,” kelitnya.

Disinggung ada dendam dengan kades, Kadus Zarniadi, mengatakan jika dirinya tidak ada dendam atau motif lain. “Saya tidak ada dendam sama kades, motifnya juga ga ada,” ujarnya singkat.

 

Teks   : Junaedi Abdillah

EDITOR  : SARONO P SASMITO




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *