Pengamanan Hasil Putusan MK, Korem 044/GAPO Siaga 1 Tanpa Peluru Tajam

Ilustrasi

Ilustrasi

PALEMBANG – Mengiringi sidang gugatan hasil Pemilihan Presiden (pilpres) di Mahkamah Konstitusi (MK), Korem 044/Garuda Dempo (GAPO) menyatakan siaga 1, mulai kemarin, Rabu (20/8) sampai 23 September nanti.

“Siaga satu ini kita lakukan untuk pengamanan menjelang putusan sidang sengketa hasil pilpres di MK. Dalam hal ini kami siap back-up kawan-kawan kepolisian yang juga melakukan pengamanan. Namun dalam pengamanan kali ini kkita tidak menggunakan alusista (Alat Utama Sistem Persenjataan)  atau persenjataan peluru tajam,” Hal ini dikatakan Komandan Korem (Danrem) 044/GAPO, Kol Inf Suko Basuki dalam coffee morning bersama jajaran pers di Markas Korem (Makorem) 044 GAPO, Rabu (20/8).

Namun menurut Danrem, pihaknya yakin kalau di Sumatera Selatan (Sumsel) atau di Palembang, akan tetap kondusif. Sebab menurut Danrem masyarakat Sumsel sudah cerdas dalam menyikapi hasil sidang MK tentang gugatan di MK. “Saya yakin, warga di Sumsel atau di Palembang cara berpikirnya sudah pintar dan cerdas. Apalagi di Palembang waragnay sudah maju dan terdidik. Siapapun nanti pemimpinnya, yang harus kita jaga adalah persatuan dan kesatuan bangsa demi tegaknya NKRI. Saya kira itu yang lebih penting,” tegasnya.

Ditanya tentang daerah rawan konflik di Sumsel terhadap hasil putusan MK, Danrem meyakinkan di Sumsel tidak ada. “Insya Allah semua aman, terkendali dan kondusif.  Sebab saya yakin di Sumsel sangat mengerti kalau yang terpenting bukan siapa yang diputuskan Mk, tetapi menjaga persatuan dan kesatuan NKRI itu lebih penting. Jadi apapun nanti keputusan MK harus tetap disikapi dengan positif,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumsel, Oktaf Riady, diwakili Jon Heri, Wakil Ketua I  PWI Sumsel. dalam sambutannya, Jon Heri mengatakan komunikasi antara insan pres dan insitusi TNI menjadi penting. Sebab, antara TNI dan wartawan menurut Jon Heri bisa saling mendukung dalam hal apapun.”Tentu yang utama, tugas kami ikut memberitakan kegiatan TNI. Tapi kami sebagai wartawan juga punya informasi yang mungkin tidak diketahui TNI. Disinilah kita bisa bekerjasama saling tukar informasi, sehingga antara insan pers dan Tni bisa terjadi kerja yang sinergis,” ujarnya.

Acara yang dimulai sejak pukul 7.30 WIB selain dihadiri jajaran Korem 044 Gapo Gapo, hadir pula puluhan wartawan di Palembang, pengurus PWI Sumsel, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Palembang, Ikatan Jurnalis televisi (IJTI) Sumsel dan jajaran Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID). Acara diakhiri dengan ramah tamah.

 

TEKS    : DICKY WAHYUDI 

EDITOR  : IMRON SUPRIYADI

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *